9/06/2008

Waktu Bergulir, Lihatlah Galaksi Lain

Jam di HP menunjuk angka 22.55. Ku buka beberapa sms yg masuk. Salah satunya dari junior di PPI [Purna Paskibraka Indonesia] Kota Bekasi. Bunyinya:
”Ass wr wb. Kami panitia buka & sahur bersama 2008 mengundang akang / teteh untuk menghadiri acara buka& sahur bersama 2008 yg akan dilaksanakan pada tgl 20-21 sept 2008. tempat: sekretariat PPI. Jam 16.00-selesai... (bla..bla..bla...dst).”

”Wah..wah...indahnya masa kini”, batinku.
Teringat memori beberapa tahun yg lalu [2001], saat aku masih menjadi angkatan ragil di PPI Kota Bekasi [ragil=angkatan paling bawah].

Saat itu HP belum menjamur. Untuk menghubungi senior&mengundang acara buka bersama, itu harus menelpon satu per satu. Kasih tau, undang, tanya bisa dateng/nggak, belum lagi ntar hubungi koordinator angkatannya, de el el.... Bayangkan....senior segitu banyak [sebagai gambaran ’banyak’nya = PPI tiap angkatan, ya satu pasukan pengibaran= satu pleton lha...].

Jaman dulu mah senior masih seolah seperti ’dewa’, ga kayak sekarang yg seperti ’kakak’. Maklum, jamanku dulu masih rada ’jahiliyah&feodal’ sih pendidikannya ;p

Sekarang siyh indah bangeett.... tinggal sms aja satu2. konfirmasi balik lewat sms. ga cape. Ga perlu mengalami “senior A tlp nya ganti, senior B di telpon ga pernah ada, senior C mau dateng tapi nunggu kabar dari temen-temen seangkatannya dulu, dll,” waktu itu, untuk memastikan / mengestimasi berapa senior yg akan datang saja, sulitnyaaaa stengah mati.. mepet2 hari H juga belum jelas… bisa dibayangkan yg lain2 seperti kapasitas makanan juga bingung mau di setting berapa banyak….

Akhirnya ku bergumam...
”Hmmhhh...dunia telah berubah jauh, ya ternyata....”

Jadi, kita ikuti perubahan dunia & melangkah maju saja, bergulat dengan cepatnya waktu bergulir. Waktu yang takkan pernah menunggu siapa pun yg terlambat bergerak maju..
Waktu yang melaju deras, memaksa siapapun yang bergelut didalamnya tuk ”keep on fighting”.

Akhirnya ku sadari dalam renungan kecil yg muncul begitu saja...

”Akh...memori memang hanya sekadar memori... untuk apa diingat-ingat lagi... come on girls, kamu bisa melesat lebih tinggi dari tempatmu yg sekarang!!! Lupakan ”DIA” yang menyakitimu, si hantu masa lalumu! Ayo maju. Bergerak. Lihat betapa galaksi ini begitu luas. Laki-laki tak hanya dia seorang. Masih banyak yang akan membuka tangan tuk menyayangimu. Jika tidak di ’galaksi’ ini, mungkin di ’galaksi’ yang lain.... Lihatlah bintang-bintang begitu cerah bersinar, seolah tersenyum padamu dan berkata ...
’aku siap menyambutmu dengan cinta dan kasih sayang, hanya karena Ridho Allah SWT semata...’ ”

Ya... Insya Allah... Saat itu akan tiba, Amin... Amin... Ya Rabbal Alamiin....



Bekasi, 23.26 WIB
In my lovely room... ;p



8/30/2008

Sepi Sunyi di Tengah Keramaian

Panggung perayaan kemeriahan 17 agustusan masih hingar bingar
Tak jauh dari sini
Hanya beberapa meter saja dari tempat ku mengetik saat ini

Ntah mengapa aku justru malah memilih tempat ini
Bukannya di sisi panggung
Atau di lapangan itu
Bukannya berbaur dengan yang lain
Aku malah memilih menyendiri di depan kompie ini

Toh disini pun masih jelas terasa hingar bingar panggung itu, fikirku

Ingin menyendiri di tengah keramaian
Merasa tetap sendiri dan kesepian di tengah hingar bingar pesta rakyat

Autis...
Sendirian...
Disini....


Bekasi, 30 Agustus 2008
22.25 WIB

Marhaban Ya Ramadhan

Aku adalah manusia yang penuh harap

Setiap kali ku berharap, setiap kali itu pula aku termenung

“Akankah asa ini menjadi nyata?”

Jawabnya ada di dalam hati kecil ini

Mengapa hati?

Karna sesungguhnya

Hati ini yang akan membawa kita

Pada pencapaian segala harapan kita

Pertanyaanya, sudah puaskah kita meminta?

Sudahkah kita bersyukur atas nikmat yang telah sampai pada kita?

****

Ya Rabb...

Betapa sempurnanya Engkau ciptakan makhlukMu...

Ribuan syukur pun tak sanggup melukiskan

Kesempurnaan MahakaryaMu...

Ya Rabb...

Betapa rendahnya diri ini dihadapanMu...

Selalu saja meminta dan meminta lebih....

Maafkan hambaMu yang kurang ilmu ini...

Sehingga tak mampu mensyukuri segala nikmatMu...

Ya Rabb...

Maafkan hati ini yang seringkali

Merasa sulit untuk menerima takdirMu dengan Ikhlas

Ajari aku ’tuk ikhlas menerima segala ketentuanMu...

Ya Rabb

’Kan ku sambut RamadhanMu dengan senyum

’Tak kan lagi ku sia-siakan

Berilah aku kekuatan

’Tuk menjalankan Pesantren Iman Mu

Di Bulan penuh RahmatMu ini...

”Ya Tuhanku, janganlah Engkau tinggalkan aku seorang diri,

Dan Engkaulah waris yang paling baik.”

(QS Al-Anbiya, 21:89)

Marhaban Ya Ramadhan...

Note:

Saudara-saudari ku di bumi Allah,

Maaf atas segala khilaf

Mari kita sambut Ramadhan dengan hati yang bersih

Semoga kita mendapat keberkahan yang diRidhoi Allah SWT

Amin....

Cengkareng, 27 Agustus 2008

8/24/2008

Wartawan / jurnalis, profesi seksi

Wartawan : Profesi “seksi’

DETIK.COM (21-8-2008):

Bogor - Pertamina menargetkan pendapatan penjualan dari bisnis pelumas tahun ini mencapai Rp 5 triliun atau naik dari tahun lalu yang sekitar Rp 4,2 triliun.

Demikian disampaikan Head of Brand and Communication Lubricant Business Unit Pertamina Redesmon dalam Media Workshop di Hotel Salak, Bogor, Rabu (21/8/2008).

Yha…lagi-lagi yang beginian selalu saja jadi senjata para birokrat untuk mengambil hati media. Lihatlah cuplikan berita diatas. Bukan WHAT nya yang menarik bagi saya, tapi unsur WHERE nya itu lho yang menarik.

Hanya untuk mengumumkan ’press release’ semacam ini saja, mereka rela mengeluarkan dana yang sangat besar pastinya untuk membuat acara yang berkedok ”MEDIA WORKSHOP”.

Padahal, paling-paling isinya ya itu tadi, seputar PDKT n sekedar mencari simpati para wartawan saja.... Oh..wartawan... memang, profesi yang sangat seksi.... siapapun rela mendekat, berbaik-baik, agar mendapatkan publikasi yang baik.... berapa tuh dana yang dihamburkan untuk itu...????????

Baru beberapa bulan yang lalu pun saya mengalami hal seperti itu. Saat redaktur menghampiri meja saya dengan membawa undangan dari salah satu institute.... untuk acara ”penyegaran wartawan”, bu redaktur berkata : ”nih fir, buat refreshing,” ku fikir aku akan bersenang-senang disana, karena waktu itu juga nggak di request tuk nulis berita dari situ.

Tapi yang terjadi di sana adalah... haduh... mereka (panitia) mencoba ”mencuci otak” kami (wartawan-red), dengan memasukkan pemikiran-pemikiran kapitalis dalam materi acara...

Tak hanya itu, disana juga ada salah satu ’pemegang saham’ mereka, masuk mengisi acara dan lagi-lagi mencoba ’cuci otak’ kami dengan kampanye terselubungnya.... Untungnya wartawan-wartawan yang jadi peserta diacara itu cukup memiliki idealisme yang bagus sehingga pemikiran-pemikiran kami tak berhasil diracuni.

Yang ada, malam harinya kami semua berkumpul dan menyuarakan hal yg sama : ”acaranya nggak bermutu”. Penyegaran macam apa yang mereka maksud..... Judul di undangan hanya kedok agar media-media mau mengirimkan wartawannya....

Berhati-hatilah rekan-rekan journalist di seluruh Indonesia....

Jangan sampai idealisme ”the fourth estate” yang kalian rintis, luluh lantah ditelan materi yang tak seberapa....

Smangat buat PERS Indonesia!!!

I always love journalism...

Cengkareng, 21 Agustus 2008

15.50 WIB

8/13/2008

Miskin itu Keadaan, bukan Karakter!

"Miskin itu keadaan, bukan karakter!"

Kutipan kata itu terlontar dari pak "P", yang ikut rapat untuk proyek video training 'base clean maintenance' pesawat.

Kala itu inti rapat sudah beres, dan berlanjut membahas kondisi dunia penerbangan di Indonesia. Khususnya pelayanan bagian kebersihan. Sebagai orang baru di dunia ini, aku lebih banyak menyimak saja...

Hanya ada 3 bapak-bapak, plus aku.

Mereka bertiga membicarakan kualitas pramugari di Indonesia yang kebanyakan 'titipan' alias punya relasi dengan pejabat. Kasarnya, "anak-anak orang kaya" yang nggak biasa susah.
Padahal seharusnya menurut mereka, pramugari itu harus gesit. Seperti yang terjadi pada pramugari-pramugari penerbangan JEPANG.

Kalau di Indonesia, pak P nyeletuk: "Ya ampun, bekas kencingnya aja nggak mau bersihin"
Sedangkan pramugari Jepang, sangat gesit, saking gesitnya, seperti pembantu rumah tangga saja... semua dikerjakan.... Service nya sangat bagus! semua bersih!!!

Wow...

Informasi lain yang mengejutkanku.
Ternyata penerbangan di Indonesia lebih mengutamakan 'furnishing' yang mempesona, ketimbang performa engine pesawat yang baik.
"penumpang nggak peduli mesin. nggak keliatan. kalau mereka lihat pesawat bersih keseluruhan, nyaman, mereka akan merasa senang." ujar salah satu dari ketiga bapak2 itu.


Kembali lagi ke pernyataan awal tentang pramugari Indonesia...
Bapak-bapak ini berpendapat, pramugari yang berasal dari kelas ekonomi 'atas' ini memang lamban. tidak gesit. pilih-pilih kerjaan.

Menurutnya, "harusnya pilih yang dari keluarga menengah ke bawah, kerjanya bagus. anak orang kaya mah nggak biasa kerja." ujar salah satu dari mereka...

Ada satu yang tak setuju, menurutnya, kalau pramugari dari kalangan menengah kebawah, akan sulit beradaptasi dengan penumpang pesawat yg kebanyakan menengah keatas.

Hal itu dibantah lagi oleh pak P. katanya, masalah itu bisa dengan mudah di training. karena...
"Miskin itu keadaan, bukan karakter!"

Selama itu bukan karakter, bisa diubah dengan mudah. Adaptasinya akan sangat gampang. Yang penting penumpang diberikan pelayanan yang prima.

Yah semoga bisa terwujud ya Pak...

8/11/2008

Mereka Telah Berubah...

SOre itu aku terfana
mereka telah banyak berubah
padahal hanya beberapa bulan saja
kami tak berkomunikasi dengan intens...

yang satu telah menjadi perokok berat & senang dugem
yang satu lagi, bahkan tak peduli ku ajak shalat...

sungguh, aku merasa 'kecolongan'
aku tak tahu perubahan drastis dua sahabat ku ini...

sikap apa yang harus kuambil...????
kalau mengikuti prinsipku selama ini,
aku sangat saklek dengan prinsipku:
"tak mau berteman dengan muslim yang tidak peduli dengan shalat"

Tapi kali ini beda.
Kali ini dua sahabat terdekat ku....
Berubah menjadi dua orang asing yang tak ku kenal
Haruskah aku tinggalkan mereka begitu sajaa...?

Sungguh...
Sore itu aku tak seperti melihat dua sahabatku
Tapi seperti melihat dua wanita
yang stress dengan masalah-masalah mereka
dan mencari 'pelarian' yang salah...

Ya Allah... beritahu aku bagaimana harusnya ku bersikap...

Serpihan Hati

Uthopia- Serpihan Hati


Dimatamu
Aku tak bermakna
Tak punyai arti apa-apa
Kau hanya inginkanku
Saat kau perlu
Tak pernah berubah...

Kadang ingin
Kutinggalkan semua
Pedih hati
Menahan dusta

Diatas pedih ini
Aku sendiri
Selalu sendiri

Serpihan hati ini
Ku peluk erat
Akan ku bawa
Sampai ku mati

Memendam rasa ini
Sendirian
Ku Tak tahu mengapa aku
tak bisa melupakanmu

ku percaya
suatu hari nanti
aku akan merebut hatimu
walau harus menungu
sampai ku tak mampu
menunggumu lagi


serpihan hati ini ku peluk erat
akan kubawa sampai ku mati
memendam rasa ini sendirian
ku tak tahu mengapa aku tak mampu

serpihan hati ini ku peluk erat
akan ku bawa
sampai ku mati
memendam rasa ini
sendirian

ku tak tahu mengapa aku tak bisa
melupakanmu

dimatamu aku tak bermakna...


Cengkareng, 11 Agustus 2008
09.00 WIB

7/28/2008

Santri Berdasi

Ini kantor atau pesantren?
Tanya seorang teman, yang datang bertamu ke sebuah kantor pada waktu sesaat setelah makan siang, dimana dia melihat suasana yang begitu indah.

Tentu itu pertanyaan diatas ngasal saja, karena teman tersebut belum pernah ’nyantri’ secara formal sehingga tidak tahu suasana sebenarnya di pesantren, kecuali pernah beberapa kali berkunjung ke sebuah ’pesantren virtual’ di Bandung. Namun suasananya memang jelas tertangkap, berbondong-bondong yang perempuan, semuanya berhijab, mereka menenteng mukena sambil sesekali bercanda. Yang lelaki bergerombol pula, wajahnya teduh tanda selesai berwudhu dan selesai ibadah berjamaah, sebagian membawa mushaf di tangannya, sebagian mengobrol saling bersahutan membicarakan isi tausiyah ustadz saat ta’lim barusan.

Siang itu, jamaah tersebut baru bubar dari sebuah ta’lim akbar.
Seandainya kawan ini datang beberapa bulan setelahnya, warna beragama ini berlipat 10 karena memasuki bulan Ramadhan.

Begitu pula terbitnya Islam dari tempat yang paling tak terduga, saat ini menjadi suatu fenomena yang gejalanya mulai jamak. Gejala ini muncul bersamaan, misalnya kesadaran berIslam dengan benar saat ini mungkin tidak terjadi di negara-negara Arab yang notabene tempat lahir agama terakhir. Islam menguat di Indonesia yang dakwahnya justru mendapat banyak tekanan selama lebih dari 3 dasawarsa, atau justru menguat di Eropa, tempat kantung agama Kristiani. Di Belgia, sudah hampir sama jumlah orang bernama depan Muhammad atau Ahmad dibanding James atau Smith atau John atau David. Dan InsyaAllah pada tahun 2020, Eropa akan lebih didominasi Muslim.

Islam juga tumbuh subur di berbagai masjid kampus biasa yang mungkin berstempel ’sekuler’, bukan lagi di UIN (dulu IAIN) yang kurikulumnya justru ditunggangi dengan terang-terangan oleh orientalis-liberalis yang malah menjauhkan mahasiswanya dari Islam. Kampus-kampus ”biasa” itu melahirkan militan-militan dakwah yang akhirnya membawa bendera kebangkitan Islam masuk ke berbagai sendi hidup negara ini.

Islam juga menjadi gaya hidup dan nge-trend justru di perusahaan-perusahaan swasta nasional atau asing, atau BUMN, bukan di Departemen Agama yang mestinya menjadi tempat orang paling shalih. Departemen ini tercatat sebagai institusi ke-2 paling korup dibawah departemen satu lagi yang mengurus pendidikan ! Sementara di perusahaan yang terlihat sangat modern tadi, syariat malah dijalankan, spiritualisme kerja diagungkan, zakat disalurkan, shalat berjamaah digalakkan, ta’lim dirutinkan. Subhanallah.

Di negeri ini, dulu orang berIslam di pojokan, mushalla berada di basement dan tempat paling dasar dari bangunan, karyawan malu-malu berjilbab dan pergi ke pengajian.

Sekarang ? Mari mensyukuri trend Santri Berdasi. Profesional yang bangga berIslam. Orang-orang cerdas dan pandai dengan daya rubah besar, baik di lingkungan kantor, keluarga dan organisasi. Mereka menggerakkan dakwah, logis, bergelombang begitu indah. Tidak kolot dan bau. Sebaliknya mereka wangi, ganteng dan ayu.

Santri yang menghapus dikotomi ibadah ritual dan profesional. Mereka jujur dalam puasa, dan jujur dalam transaksi bisnis. Mereka sayangi anak yatim, sama sayangnya terhadap tim sales force yang ia pimpin.

Santri engineer yang membawa Mushaf Quran di dalam tas laptop mereka, mereka membacanya menjelang rapat dimulai atau di saat utama waktu dhuha. Mereka letakkan tafsir Ibnu Katsir di meja kerja, diaksesnya setiap ada kesempatan. Finance executive yang mereview laporan keuangan dan mengambil keputusan sambil mendengarkan muratal atau nasyid yang menyejukkan.

Hatinya mengglobal, menyatu bersama saudaranya di seluruh dunia. Perasaan satu iman ini memicu koneksi melebihi kecepatan ultrahighspeed broadband, sehingga ketika harus keluar harta terbaik dari sakunya untuk saudara-saudaranya yang tertindas di bumi Aceh dan Ambon hingga Palestine, Chechnya ataupun Kashmir, reaksinya sangat cepat. Tersentuh ketika saudaranya di Irak dan Afghanistan ditindas. Gembira ketika sekularisme tumbang di Turki.

Di satu titik pertemuan, mereka membaca, menghafal dan mengkaji Quran bersama-sama. Membagi dan mengkaji ilmu dalam sebuah lingkaran. Berbagi berita dakwah, saling mengingatkan, sering berbagi ilmu tentang islam melalui obrolan dunia maya seperti forum milist, YM ataupun Blog. Mereka saling menguatkan dalam kebenaran, kesabaran dan kasih sayang.

Mereka menegakkan syariat di dalam perusahaan dalam disiplin masing-masing dan dengan bangga bercampur tawaddu mengatakan ”Yes, I am a Muslim”. Dan mereka berusaha menjadi profesional muslim dan muslim yang profesional dibidangnya.


(sumber : milist)

7/27/2008

Bukan Main Korupsi di Indonesia

"Sepupu nya tante X di kota X
(sebuah kota di SUmatera),
baru diangkat jadi wakil walikota.
Bikin acara makan-makan.
Semua keluarganya dibiayai ke sana.
semua gratis dia yang tanggung.
keluarganya tinggal bawa badan aja.
itu dari mana ya uangnya sebanyak itu....
Subhanallah deh Indonesia ini korupsinya udah gilaaaaa...."

Itu kutipan percakapanku dengan ibu ku tadi malam (260708. 22.30WIB)
Raut wajah prihatin jelas ditampakkannya
fikirku dalam hati : 'oh, mama... ternyata sangat peduli...'
hi..hi...

Dan aku hanya menghela nafas dan berkata:
"semoga para pemimpin kita ingat,
bahwa ada kehidupan setelah mati...."

Kebayoran Lama, 27 Juli 2008
17.25 WIB

7/25/2008

Bukan Pilihan Egois, Kurasa....

chatting sama sobat karib sejak jaman mahasiswa jadi anak kost:
namanya putri [call her: PUTRAY]
katanya dengan nada khas putray:
"apa sih mao lu pindah2?"

jawabanku:
"mau gw? lha, kan nyokap gw tinggal sendiri.butuh perhatian gw juga. bukan cuma butuh duit gue. he..he.. ntar juga klo udah kerja lo merasakan.betapa kapitalisnya dunia ini.
mungkin lo ga merasakan gimana rasanya jadi tulang punggung keluarga karna ortu lu masih lengkap n masih bisa diandalkan penghasilannya. klo gw, gw tinggal nyokap aja. slain gw harus bantuin keluarga masalah keuangan, nyokap gw juga butuh perhatian gue."



Kenapa?

Itulah pertanyaan yang diajukan setiap orang
yang mengetahui perihal resign ku di media ini.
Meskipun cape jelasin satu2 ke tiap orang yg nanya,
he..he... tapi...yah... ku jelaskan juga toh...

Jadi gini...
Akuwh ini anak pertama
Ibuku sendirian membesarkan 3 anaknya
Yang lucu-lucu dan menggemaskan [hik..kik...narsis mode: ON]
Alasan paling mendasar adalah...

Meskipun akuwh sudah cinta dengan dunia ini,
ternyata seiring berjalannya waktu
Ku lihat wajah ibu ku selalu murung
sedih... melihat anaknya bekerja seperti ini...
[seperti apa? yah tau sendiri lha. he..he.. ;p]

dan kusadari...
Ibuku juga butuh perhatian
Setelah susah payah peras keringat sendirian
Demi keberhasilan anak-anaknya

Maka ketika aku mendapat tawaran bekerja
di salah satu anak perusahaan BUMN,
Ku serahkan keputusan pada ibuku....
Dan dengan mantap, ibuku berkata:
"Ambil aja"

Semoga dengan keputusan ini
Ibu ku meridhoi langkahku
Semoga dengan ridho ibu ku,
Allah juga memudahkan jalanku...

Aku belum bisa membantu banyak secara materi...
Maka, ku harap aku bisa membahagiakannya dari sisi yang lain...
Ku rasa, perhatian itu sangat mahal nilainya...

Ku hanya tak mau menyesal di kemudian hari...
Ku fikir... mumpung aku masih single
Masih belum punya suami
he...he...
Puas-puasin berbakti pada ibuku...
[tanpa harus terbagi dengan yang lain]
menemaninya kapanpun ibuku mau...


Ya Rabb...
Ringankanlah langkahku...
Kuatkanlah tekadku...

Tuk dunia jurnalisme yang terlanjur kucintai...
Maafkan aku...
Mungkin jasadku saja yang pergi
Tapi percayalah, Hatiku tetap disini...




Kebayoran Lama
25 Juli 2008
21.30 Waktu KONTAN

7/23/2008

Bismillah...

Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim...
Berilah aku petunjukMu
Jangan lepaskan aku dari bimbinganMu...
Tunjukkanlah aku ke jalanMu, yang Kau Ridhoi...
Yang terbaik bagiku, menurut Engkau Ya Rabb...
Yang terbaik untuk dunia & akhiratku....

Amin....

Kebayoran Lama [Kontan]
23 Juli 2008
19.30 WIB

Hafalan Surat Delisa

Hafalan Surat Delisa
Author : Tere-liye
published 2007 by Republika


Review by : Nicegreen on http://www.goodread s.com/book/ show/1376220.
Hafalan_Shalat_ Delisa



Ada sebuah keluarga di Lhok Nga - Aceh, yang selalu menanamkan ajaran
Islam dalam kesehariannya. Mereka adalah keluarga Umi Salamah dan Abi
Usman. Mereka memiliki 4 bidadari yang solehah: Alisa Fatimah, (si
kembar) Alisa Zahra & Alisa Aisyah, dan si bungsu Alisa Delisa.



Setiap subuh, Umi Salamah selalu mengajak bidadari-bidadariny a sholat
jama'ah.
Karena Abi Usman bekerja sebagai pelaut di salah satu kapal
tanker perusahaan minyak asing - Arun yang pulangnya 3 bulan sekali.
Awalnya Delisa susah sekali dibangunkan untuk
sholat subuh. Tapi lama-lama ia bisa bangun lebih dulu ketimbang Aisyah.
Setiap sholat jama'ah, Aisyah mendapat tugas membaca bacaan sholat
keras-keras agar Delisa yang ada di sampingnya bisa mengikuti bacaan
sholat itu.



Umi Salamah mempunyai kebiasaan memberikan hadiah sebuah kalung emas
kepada anak-anaknya yang bisa menghafal bacaan sholat dengan sempurna.
Begitu juga dengan Delisa yang sedang berusaha untuk menghafal bacaan
sholat agar sempurna. Agar bisa sholat dengan khusyuk. Delisa berusaha
keras agar bisa menghafalnya dengan baik. Selain itu Abi Usman pun
berjanji akan membelikan Delisa sepeda jika ia bisa menghafal bacaan
sholat dengan sempurna.



Sebelum Delisa hafal bacaan sholat itu, Umi Salamah
sudah
membelikan seuntai kalung emas dengan gantungan huruf D untuk Delisa.
Delisa senang sekali dengan kalung itu. Semangatnya semakin
menggebu-gebu. Tapi entah mengapa, Delisa tak pernah bisa menghafal
bacaan sholat dengan sempurna.




26 Desember 2004



Delisa bangun dengan semangat. Sholat subuh dengan semangat. Bacaannya
nyaris sempurna, kecuali sujud. Bukannya tertukar tapi tiba-tiba Delisa
lupa bacaan sujudnya. Empat kali sujud, empat kali Delisa lupa. Delisa
mengabaikan fakta itu. Toh nanti pas di sekolah ia punya waktu banyak
untuk mengingatnya. Umi ikut mengantar Delisa. Hari itu sekolah ramai
oleh ibu-ibu. Satu persatu anak maju dan tiba giliran Alisa Delisa.
Delisa maju, Delisa akan khusuk. Ia ingat dengan cerita Ustad Rahman
tentang
bagaimana khusuknya sholat Rasul dan sahabat-sahabatnya.
"Kalo orang yang khusuk pikirannya selalu fokus. Pikirannya
satu." Nah jadi kalian
sholat harus khusuk. Andaikata ada suara ribut di
sekitar, tetap khusuk.



Delisa pelan menyebut "ta'awudz". Sedikit gemetar membaca
"bismillah". Mengangkat tangannya yang sedikit bergetar meski suara
dan
hatinya pelan-pelan mulai mantap. "Allahu Akbar".



Seratus tiga puluh kilometer dari Lhok Nga. Persis ketika Delisa usai
bertakbiratul ihram, persis ucapan itu hilang dari mulut Delisa. Persis
di tengah lautan luas yang beriak tenang. LANTAI LAUT RETAK SEKETIKA.
Dasar bumi terban seketika! Merekah panjang ratusan kilometer.
Menggentarkan melihatnya. Bumi menggeliat. Tarian kematian mencuat.
Mengirimkan pertanda kelam menakutkan.



Gempa menjalar dengan kekuatan dahsyat. Banda Aceh rebah jimpa. Nias
lebur seketika. Lhok Nga menyusul. Tepat ketika di ujung kalimat Delisa,
tepat ketika Delisa mengucapkan kata "wa-ma-ma-ti" , lantai sekolah
bergetar hebat. Genteng sekolah
berjatuhan. Papan tulis lepas, berdebam
menghajar lantai. Tepat ketika Delisa bisa melewati ujian pertama
kebolak-baliknya, Lhok Nga bergetar terbolak-balik.



Gelas tempat meletakkan bunga segar di atas meja bu guru Nur jatuh.
Pecah berserakan di lantai, satu beling menggores lengan Delisa.
Menembus bajunya. Delisa mengaduh. Umi dan ibu-ibu berteriak di luar.
Anak-anak berhamburan berlarian. Berebutan keluar dari daun pintu.
Situasi menjadi panik. Kacau balau. "GEMPAR"!



"Innashalati, wanusuki, wa-ma... wa-ma... wa-ma-yah-ya,
wa-ma-ma-ti. .."



Delisa gemetar mengulang bacaannya yang tergantung tadi. Ya
Allah, Delisa takut... Delisa gentar sekali. Apalagi lengannya berdarah
membasahi baju putihnya. Menyemburat merah. Tapi bukankah kata Ustadz
Rahman, sahabat Rasul bahkan tetap tak bergerak saat sholat ketika
punggungnya digigit kalajengking?



Delisa ingin untuk
pertama kalinya ia sholat, untuk pertama
kalinya ia bisa membaca bacaan sholat dengan sempurna, Delisa ingin
seperti sahabat Rasul. Delisa ingin khusuk, ya Allah...



Gelombang itu menyentuh tembok sekolah. Ujung air menghantam tembok
sekolah. Tembok itu rekah seketika. Ibu Guru Nur berteriak panik. Umi
yang berdiri di depan pintu kelas menunggui Delisa, berteriak keras ...
SUBHANALLAH! Delisa sama sekali tidak mempedulikan apa yang terjadi.
Delisa ingin khusuk.. Tubuh Delisa terpelanting. Gelombang tsunami
sempurna sudah membungkusnya. . Delisa megap-megap. Gelombang tsunami
tanpa mengerti apa yang diinginkan Delisa, membanting tubuhnya
keras-keras. Kepalanya siap menghujam tembok sekolah yang masih bersisa.
Delisa terus memaksakan diri, membaca takbir setelah "i'tidal..."
"Al-la-hu-ak- bar..." Delisa harus terus membacanya! Delisa tidak
peduli
tembok yang siap menghancurkan
kepalanya.



Tepat Delisa mengatakan takbir sebelum sujud itu, tepat sebelum
kepalanya menghantam tembok itu, selaksa cahaya melesat dari "Arasy
Allah." Tembok itu berguguran sebelum sedikit pun menyentuh kepala
mungil Delisa yang terbungkus kerudung biru. Air keruh mulai masuk,
menyergap Kerongkongannya. Delisa terbatuk. Badannya terus terseret.
Tubuh Delisa terlempar kesana kemari. Kaki kanannya menghantam pagar
besi sekolah. Meremukkan tulang belulang betis kanannya. Delisa sudah
tak bisa menjerit lagi. Ia
sudah sempurna pingsan. Mulutnya minum berliter air keruh.
Tangannya juga terantuk batang kelapa yang terseret bersamanya. Sikunya
patah. Mukanya penuh baret luka dimana-mana. Dua giginya patah. Darah
menyembur dari mulutnya..



Saat tubuh mereka berdua mulai perlahan tenggelam, Ibu Guru Nur melepas
kerudung robeknya. Mengikat tubuh Delisa yang pingsan di atas papan
sekencang yang ia
bisa dengan kerudung itu. Lantas sambil
menghela nafas penuh arti, melepaskan papan itu dari
tangannya pelan-pelan, sebilah papan dengan Delisa yang terikat kencang
diatasnya.



"Kau harus menyelesaikan hafalan itu, sayang...!" Ibu Guru Nur
berbisik
sendu. Menatap sejuta makna. Matanya meredup. Tenaganya sudah habis. Ibu
Guru Nur bersiap menjemput syahid.



Minggu, 2 Januari 2005

7/22/2008

Kenangan Jadul ;p

Kepada Para Mahasiswa
Yang merindukan kejayaan
Kepada rakyat yang kebingungan
Di persimpangan jalan

Kepada pewaris peradaban
Yang telah menggoreskan
Sebuah catatan kebanggaan
Di lembar sejarah manusia

Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun ke jalan
Demi mempersembahkan jiwa dan raga

Untuk negeri tercinta


hm...k'lo inget lagu itu, pasti inget anak BEM Kema Unpad
Yup, soalnya, lagu ini biasa dinyanyiin klo anak2 BEM Kema Unpad lagi ngumpul
Lagu ini nggak cuma milik BEM Kema Unpad


Pastinya, mahasiswa di seluruh Indonesia yang ngaku aktivis, pasti kenal lagu ini
Ato, pastinya pernah menyanyikan lagu ini penuh haru...


Jadi inget, waktu aksi turun ke jalan...
Jadi inget, waktu rapat-rapat macem-macem...
Jadi inget, waktu itu.. Waktu kita masih mahasiswa dulu....


Kawan-kawan...
Apa khabar kalian....
Smoga, idealisme itu tetap terpatri dalam dada....


NB: Spesial kangennnn buat temen2 BEM Kema Unpad 2005-2006, miss u all....

12 Tips Jitu Menjepret Foto Candid

Dalam fotografi, kita mengenal istilah candid camera. Ini berarti bahwa subjek yang kita potret tidak dalam kondisi berpose atau 'sadar' kamera. Hasilnya pun terlihat lebih natural, spontan, dan tidak dibuat-buat.

Untuk candid camera, kita tidak perlu dipusingkan dengan berbagai macam teknik yang rumit. Meski demikian, untuk mendapatkan hasil jepretan yang memikat, ada kiat-kiat khususnya. Berikut 12 tips jitunya:

1. Bawa kamera kemana pun Anda pergi. Siap-siaplah untuk menjepret setiap saat, karena momen menarik bisa hadir di depan mata kapan saja.

2. Perhatikan kondisi sekitar Anda. Hal-hal sederhana bisa menjadi objek menarik untuk dibidik dengan kamera Anda. Misalnya, pemilik toko yang tengah melamun, orang yang sedang menunggu kereta api, lansia yang duduk di sebelah Anda, dua
sejoli yang sedang berpacaran dan sebagainya.

3. Sigaplah untuk siap membidik, karena tidak mudah mendapatkan kesempatan untuk mengambil gambar secara candid. Jadi ketika ada momen bagus, jangan ragu untuk langsung menjepret.

4. Jangan terlalu memusingkan teknik-teknik lighting yang rumit. Berfokuslah pada teknik yang sederhana, dan gunakan fitur otomatis kamera. Ini akan memudahkan Anda. Berbagai masalah teknis, seperti gambar terlalu terang atau gelap dapat disiasati dengan editing komputer.

5. Setinglah kamera pada ISO 400, sehingga kamera menggunakan shutter speed yang cepat. Hal ini memungkinkan Anda untuk menangkap momen dengan tepat meski Anda sedang bergerak.

6. Anda tidak perlu selalu memotret dengan kamera pada posisi mata. Mungkin, Anda bisa meletakkan kamera di pinggang saat mengambil gambar. Di sini memang dibutuhkan pengalaman dan keberuntungan untuk mendapatkan gambar yang bagus.

7. Gunakan lensa zoom paling maksimal sehingga Anda dapat menjaga jarak dari subjek jepretan Anda saat memotret.

8. Jangan pernah mengambil foto punggung orang, ini akan menghasilkan gambar yang membosankan.

9. Cobalah untuk meng-convert gambar ke posisi 'Black and White' untuk mendapatkan hasil yang lebih emosional.

10. Momen 'orang sedang melakukan sesuatu' akan menjadi foto candid yang bagus. Misalnya, atlet, pedagang, petani. Cobalah untuk meng-capture inti dari pekerjaan orang tersebut. Misalnya, meng-capture tukang ledeng yang sedang berkutat memperbaiki pipa bocor atau yang lainnya.

11. Jika Anda berada di tempat umum, sah-sah saja memotret orang. Jika Anda merasa tidak enak untuk mengambil gambar orang tanpa sepengetahuannya, tak ada salahnya Anda meminta izin. Mintalah subjek untuk tidak berpose, bersikap senatural mungkin dan tetap melanjutkan aktivitasnya.

12. Jangan pernah bosan untuk berlatih dan mencoba terus-menerus. Cobalah berbagai macam angle, tempat dan scene yang berbeda-beda. Anda juga bisa mencari inspirasi dari foto candid orang lain. Latihan terus menerus akan mengasah kemampuan Anda.

Sumber: detik.com

7/16/2008

Tanya Istri Dalam Islam?

Inilah kutipan chatting antara akuwh dan sahabat ku yang baru aja nikah beberapa bulan yang lalu.

BUZZ!!!
FIRA ocha:
ROslaini: hai non..
ROslaini: menurut lo istri di dalam agama islam itu seperti apa sich
ROslaini: kasih tau dunk
FIRA ocha: waduh
FIRA ocha: masa yg udah kawain malah nanya yg blon kawin seh
FIRA ocha: hayyah
ROslaini: ya kaleeee lo tau..kan lo banyak baca buku
ROslaini: gw mau jd istri yg baik buat suami tp dlm islam

meskipun bingung ditanyain kayak gini sama yg justru udah jadi istri, akhirnya meluncurlah jawaban....

FIRA ocha: dandannya di dalem rumah, pas ada suami. bukannya diluar
FIRA ocha: senyum terus
FIRA ocha:
FIRA ocha: berkata dengan lemah lembut
FIRA ocha: penuh sayang
FIRA ocha: he..he.. celah bo' lu nanya ma gue
ROslaini: trus
ROslaini: iyeee
ROslaini: senyum terus..tutur bahasa yang baik..dandan buat suami trus'
FIRA ocha: wangi terus depan suami
FIRA ocha: pokoknya tiap apapun yg lo lakukan buat menyenangkan hati suami, itu "jihad fisabilillah" bo....
FIRA ocha: gampang kan
FIRA ocha: seorang istri kalo mau masuk surga, kuncinya cuma 1
FIRA ocha: senengin suami, dapet ridho dari suami
FIRA ocha: kan waktu masih single, manusia di bumi ini yg patut disembah adalah orang tua
FIRA ocha: setelah nikah
FIRA ocha: kalao ada manusia yg patut lo sembah adalah suami
ROslaini: trus
FIRA ocha: haduh apa lagi yah
FIRA ocha: banyak atuh

masih tambah bingung karna jawabanku belum memuaskannya juga....
akhirnya...

FIRA ocha: coba link ini deh
FIRA ocha: http://media.isnet.org/islam/Wanita/
ROslaini: wah kereeennn gw bisa baca...gitu dunk..dari tadi
FIRA ocha: hi..hi...
ROslaini: thanks yach..gw mau baca dulu ok..
FIRA ocha: iah baru kepikiran
FIRA ocha: sip
FIRA ocha: simpen deh tuh link nya
FIRA ocha: biar ntar2 bisa lo baca lagi
FIRA ocha:
ROslaini: ok dech..
ROslaini:

7/14/2008

Mencoba Tuk Lebih Bijak

"Fira, pacar lo yg mana sih?"

Begitulah kira2 pertanyaan yang dilontarkan
Salah seorang Jurnalis cantik di Media yang sama
Dengan tempat ku bekerja [hi..hi...yg ngerasa, jgn ktawa2 y ]

Nanya nya di toilet pula [yg ini g ngaruh dengan topik kali ini]

Dan..sebagai kawan yang baik,
Meskipun dengan kebingungan karena
Mendadak mendapat pertanyaan seperti itu
Akhirnya ku jawab
"Masi jaman ya pacaran"

he..he...
Dan si mbak jurnalis cantik yg nanya menjawab
"emangnya lo udah nikah"

hi..hi.... [dalem hati: Amin....]

Peace akh, sist...

Seiring berjalannya waktu
Seiring berbagai hal yang terjadi dalam hidup
Seiring berbagai moment pendewasaan
Yang terjalin melalui berbagai rintangan hidup...

Kayaknya, di usia yang sekarang
Kurang bijak untuk mengumumkan
Masalah2 seperti ini

Hmh...biarlah masalah ini menjadi ranah privat saja
Nanti pada waktunya
Kalau memang ku tlah menemukan jodohku...
Masa sih nggak berbagi kebahagiaan
paling nggak, ntar juga pengumuman ko
Klo emang udah waktunya [nikah-red]



Kebayoran Lama, 19.00 WIB
15 Juli '08

7/09/2008

Musibah Indonesia, Peluang Bisnis Pihak Asing

Harian Kontan, Rabu, 9 Juli 2008:

Iming - Iming Menggiurkan dari Semburan Lumpur Lapindo

oleh: Yohan Rubiyantoro

JAKARTA. Sebuah konsorsium perusahaan Amerika Serikat berencana mengolah semburan lumpur Lapindo menjadi pembangkit listrik panas bumi berkekuatan 2.000 megawatt (MW). Rencananya, listrik yang dihasilkan akan dijual ke PT. PLN.

Konsorsium yang bakal menggarap proyek ini adalah Vlociti Holding Inc, Houston Based Coy yang berkedudukan di Amerika Serikat sebagai penyandang dana, serta Sirex PHS, Preston US, dan Turbo Jacks sebagai pemilik teknologi yang berkedudukan di Berlin. Mitra lokal proyek ini adalah PT. Jatayu Sarana Investasi sebagai pemilik proyek dan koordinator untuk sub consultant dan subcontractor.


Selengkapnya baca di
www.kontan.co.id
halaman 14.


lagi-lagi kebodohan Indonesia dimanfaatkan asing.
Indonesia Cumabisa gigit Jari.
Masa sih, PLN disuruh beli listrik yang dihasilkan dari Lumpur Panas Lapindo???? Sementara yang untung malah pengusaha asing yg mengolah hasil musibah bangsa Indonesia.

Ada komentar?

7/08/2008

Blajar..Blajar....

"You should study more, basically. Please study, please study..."

Ucapan itu meluncur dengan manisnya, dari mulut Mr. Takeshi Yasuraoka, Commercial Counselor Trade, Investment, Industry & Engergy - Embassy of Japan Indonesia, saat ku mewawancarainya di kantor Kedubes Jepang di Indonesia.

Nasihat itu secara spontan Ia ucapkan, mungkin atas keprihatinannya karena ada beberapa istilah dalam EPA (Economic Partnership Agreement) antara Indonesia-Jepang, yang tidak kupahami

Beruntung, aku yang 'anak kemarin sore' ini, bisa ngobrol sama Mr. Yasuraoka.
Padahal sebelum wawancara, staf nya bilang "kamu ati2 ya. dia itu orangnya jutek. rese. kalau ada salah sedikit, saya dimarah-marahin."
hi..hi... mbak..mbak... alhamdulillah hal itu tak terjadi padaku

Yah... whatever... yang penting aku dapet semangat dari salah seorang petinggi negara maju di Asia


Kebayoran Lama, 8 Juli 2008
19.30 WIB


7/06/2008

Tips Mengidentifikasi Pria yg Berbakat Kaya ;p

Tidak sulit mencari lelaki kaya. Tapi tidak mudah menemukan lelaki yang pantas Anda cintai sekaligus membuat Anda tidak akan jadi "kaum duafa". Sebelum memutukan menikah dengannya, lihat dulu apakah dia punya 10 dari 15 ciri ini.

1. BEBERAPA REKENING
Lihat apakah kekasih Anda punya rekning bank lebih dari satu. Ini bisa jadi indikasi dia berbakat kaya. Karena, biasanya orang yang punya rekening tabungan dua atau lebih cenderung berusaha mengatur uangnya dengan benar. Lelaki tipe ini memisahkan pos-pos pnghasilannya. Misal, satu rekening digunakan hanya untuk menerima transfer gaji dan belanja, rekening lainnya untuk tabungan.

2. SUKA MENOLONG
Tidak tepat jika orang yang suka menimbun harta, pelit, serta enggan berbagi dan memberi adalah orang yang berbakat kaya. Justru lelaki yang mudah tergerak hatinya dan gampang menolong oranglah yang pantas Anda lirik. Dia adalah tipe orang yang akan relatif mudah hidupnya. Entah bagaimana caranya, Anda berdua akan sangat jarang kesulitan uang. Dan yang terpenting, kenikmatan memberi itu memang tak ada penggantinya.

3. PUNYA CITA-CITA
Jangan harap Si Dia berbakat kaya jika hidupnya dialirkan bagai sungai, entah hendak bermuara di mana. Lelaki yang berbakat kaya selalu punya rencana besar dalam hidupnya. Ada sesuatu di masa depan yang hendak diraihnya. Untuk itu, dia akan punya rencana jangka pendek dan menengah untuk mencapai cita-citanya. Dalam bercita-cita, dia tidak takut ada mmpi yang tampaknya mustahil.

4. TAK BERHOBI SPESIFIK
Lelaki yang punya hobi spesifik cenderung menghabiskan uangnya untuk hobinya. Ini juga berlaku untuk lelaki yang hobi berbelanja. Tentu saja ada orang yang punya hobi spesifik punya urat kaya. Namun, toh tidak semua orang punya nasib bisa kaya begitu saja. Lelaki yang tidak punya hobi spesifik biasanya akan mengeluarkan uangnya untuk berbelanja berdasarkan mood. Dia cenderung merasa tidak punya kebutuhan spesifik, sehingga enggan membeli seusatu.

5. BUTA HARGA
Dia tidak tahu persis apa bedanya barang mahal atau murah. Buatnya, kemeja ya kemeja. Bentuknya seperti itu, ada ukurannya yang pas dan pantas dipakai ke kantor. Lelaki seperti ini tidak akan bermasalah dengan kemeja murahnya.

6. HIDUNG BISNIS
Apakah Anda pernah mendengar dia mengatakan (kurang lebih), "Ini bisa jadi peluang bisnis. Bisa dicoba." Artinya, dia dapat melihat sesuatu, sekecil apa pun, sebagai sebuah peluang bisnis. Tiak banyak orang yang punya kemampuan seperti ini. Jadi, kalau dia kerap melontarkan komentar yang berhubungan dengan peluang bisnis, bisa jadi ia memang berbakat kaya.

7. PEKERJA KERAS
Punya hidung bisnis saja tidak cukup tanpa kerja keras. Ini yang membedakan seorang pemimpi kelas berat dengan pengejar mimpi. Seorang pengejar mimpi akan berusaha sekuatnya untuk mewujudkan cita-citanya. Tentunya itu dengan kerja keras.

8. KEAHLIAN KHUSUS
Perhatikan deh apakah Si Dia punya satu atau dua keahlian khusus. Misalnya, dia menguasai komputer dengan baik, pandai melobi, atau apa pun. Kemampuan khusus ini bisa jadi modal dia dalam menjalani hidupnya. Lelaki tipe ini cenderung survive dalam hidupnya.

9. BANYAK TEMAN
Temannya ada di mana-mana. Tidak hanya mantan teman-teman SMA, kuliah, atau kantor. Tapi juga dari komunitas lain, yang mungkin Anda tidak pernah duga sebelumnya. Orang yang banyak teman bisa diartikan punya networking yang cukup luas sehingga ditaruh di mana pun dia akan bisa hidup (dengan baik).

10. MEMELIHARA PERTEMANAN
Kadang Anda jengkel karena dia rajin menelepon atau SMS yang tidak penting ke teman-temannya. Just say hello saja bisa berkepanjangan. Mestinya Anda tidak perlu kesal karena ini adalah caranya untuk memelihara pertemanan. Orang boleh punya banyak teman, tapi jika dia tidak bisa memeliharanya, maka sia-sia saja.

11. MUDAH BERTEMAN
Hanya orang yang menyenangkan yang mudah berteman. Pergi ke tempat baru mana pun, dia bisa dengan mudah punya teman ngobrol. Ini menandakan dia orang yang terbuka, punya sense of humor, dan berwawasan cukup luas. Orang-orang seperti ini biasanya tidak sulit beradaptasi dengan lingkungan baru, termasuk jenis pekerjaan baru. Sehingga dia tidak perlu khawatir tidak punya pekerjaan yang baik.

12. PERCAYA DIRI
Dia tahu persis apa kelebihan dan kekurangannya, dan percaya orang lain pun begitu. Sehingga, dia tidak gentar ketika berinteraksi dengan orang lain, atau diharuskan melakukan sesuatu yang baru. Termasuk dia percaya bahwa dia bisa hidup layak hari ini atau esok lusa, bersama Anda.

13. FOKUS
Dalam melakukan apa pun, dia fokus. Perhatiannya tidak mudah terceraikan oleh hal lain. Orang yang fokus biasanya punya tanggung jawab yang baik. Ini berhubungan dengan bagaimana dia berusaha mencapai cita-citanya, menyelesaikan pekerjaannya, dan serius membangun hidup bersama Anda.

14. OPTIMIS
Hampir tidak pernah Anda mendengar, "Ah, susah", Enggak bisa", "Mustahil aku bisa melakukannya", "Malas ah", dan yang sejenisnya. Lelaki pesimis akan sulit survive dalam hidupnya. Keoptimisan bisa membuat seseorang mampu melakukan sesuatu yang secara hitungan di atas kertas sulit.

15. SEHAT
Lelaki penyakitan akan lebih banyak menghabiskan waktunya dengan tidak melakukan apa-apa.. Belum lagi ongkos dokter dan rumah sakit yang makin tidak masuk akal mahalnya. Uang Anda berdua bakal habis di sini. Selain itu, orang yang sehat akan bisa berpikir dengan lebih sehat.

Jangan pernah terjebak pada penampilan luar dan mulutnya yang bilang, "Hidupmu terjamin sampai kapan pun Sayang." Karena, yang terpenting Anda merasa nyaman hidup dengannya, dia bisa membuat hidup Anda berarti dan Anda bisa tertawa bersamanya.


(sumber : kompas.com)


Note:
Kaya Materi bukanlah segalanya, sist... ;)
Cinta adalah sumber inspirasi. bener ga ?
cinta adalah sumber kehancuran ;p


Cinta yang perfect itu kayak gimana?
yg bisa menerima pasangan apa adanya. cinta yg dewasa. yang penting, komitmen hati untuk saling menjaga perasaan masing2!

Obat untuk menyembuhkan luka karena
cinta adalah cinta yang baru. Setuju ga?
nggak.
harusnya, ketika kita sedang terluka,diam & berhenti sejenak. Menjauh beberapa saat dari masalah yg membuat kita luka [dalam hal ini misalnya cinta], atau apapun yg berhubungan dengan itu.
Tunggu hati kita benar2 sembuh dari luka. kemudian rasakan getaran hati membawamu kemana... Rasakan kedatangan cinta yang baru. Perlahan saja... nggak perlu buru2...
Kalau dalam keadaan terluka kita menemukan cinta yg baru. Hati2, menurut gue itu bukan cinta, tapi PELARIAN!!!!