7/05/2008

Manusia Biasa

Mengapa?? Karena Dia Manusia Biasa
by Ugik Madyo

Setiap kali ada teman yang mau menikah, saya selalu mengajukan pertanyaan
yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suamimu/istrimu?
Jawabannya sangat beragam. Dari mulai jawaban karena Allah hingga jawaban
duniawi (cakep atau tajir :D manusiawi lah :P). Tapi ada satu jawaban yang
sangat berkesan di hati saya. Hingga detik ini saya masih ingat setiap
detail percakapannya. Jawaban salah seorang teman yang baru saja menikah.
Proses menuju pernikahannya sungguh ajaib. Mereka hanya berkenalan 2
bulan. Lalu memutuskan menikah. Persiapan pernikahan hanya dilakukan dalam
waktu sebulan saja. Kalau dia seorang akhwat, saya tidak akan heran.
Proses pernikahan seperti ini sudah lazim. Dia bukanlah akhwat, sama
seperti saya. Satu hal yang pasti, dia tipe wanita yang sangat
berhati-hati dalam memilih suami. Trauma dikhianati lelaki membuat dirinya
sulit untuk membuka diri. Ketika dia memberitahu akan menikah, saya tidak
menanggapi dengan serius. Mereka berdua baru kenal sebulan. Tapi saya
berdoa, semoga ucapannya menjadi kenyataan. Saya tidak ingin melihatnya
menangis lagi.
Sebulan kemudian dia menemui saya. Dia menyebutkan tanggal pernikahannya.
Serta memohon saya untuk cuti, agar bisa menemaninya selama proses
pernikahan. Begitu banyak pertanyaan dikepala saya. Asli. Saya pengin tau,
kenapa dia begitu mudahnya menerima lelaki itu. Ada apakan gerangan? Tentu
suatu hal yang istimewa. Hingga dia bisa memutuskan menikah secepat ini.
Tapi sayang, saya sedang sibuk sekali waktu itu (sok sibuk sih aslinya).
Saya tidak bisa membantunya mempersiapkan pernikahan. Beberapa kali dia
telfon saya untuk meminta pendapat tentang beberapa hal. Beberapa kali
saya telfon dia untuk menanyakan perkembangan persiapan pernikahannya.
That's all. Kita tenggelam dalam kesibukan masing-masing.
Saya menggambil cuti sejak H-2 pernikahannya. Selama cuti itu saya
memutuskan untuk menginap dirumahnya. Jam 11 malam, H-1 kita baru bisa
ngobrol -hanya- berdua. Hiruk pikuk persiapan akad nikah besok pagi,
sungguh membelenggu kita. Padahal rencananya kita ingin ngobrol tentang
banyak hal. Akhirnya, bisa juga kita ngobrol berdua. Ada banyak hal yang
ingin saya tanyakan. Dia juga ingin bercerita banyak pada saya. Beberapa
kali Mamanya mengetok pintu, meminta kita tidur.
"Aku gak bisa tidur." Dia memandang saya dengan wajah memelas. Saya paham
kondisinya saat ini.
"Lampunya dimatiin aja, biar dikira kita dah tidur."
"Iya.. ya." Dia mematikan lampu neon kamar dan menggantinya dengan lampu
kamar yang temaram. Kita melanjutkan ngobrol sambil berbisik-bisik. Suatu
hal yang sudah lama sekali tidak kita lakukan. Kita berbicara banyak hal,
tentang masa lalu dan impian-impian kita. Wajah sumringahnya terlihat
jelas dalam keremangan kamar. Memunculkan aura cinta yang menerangi kamar
saat itu. Hingga akhirnya terlontar juga sebuah pertanyaan yang selama
ini saya pendam.
"Kenapa kamu memilih dia?" Dia tersenyum simpul lalu bangkit dari
tidurnya sambil meraih HP dibawah bantalku. Berlahan dia membuka laci
meja riasnya.
Dengan bantuan nyala LCD HP dia mengais lembaran kertas didalamnya.
Perlahan dia menutup laci kembali lalu menyerahkan selembar amplop pada
saya. Saya menerima HP dari tangannya. Amplop putih panjang dengan kop
surat perusahaan tempat calon suaminya bekerja. Apaan sih. Saya
memandangnya tak mengerti. Eeh, dianya malah ngikik geli.
"Buka aja." Sebuah kertas saya tarik keluar. Kertas polos ukuran A4, saya
menebak warnanya pasti putih hehehe. Saya membaca satu kalimat diatas
dideretan paling atas.
"Busyet dah nih orang." Saya menggeleng-gelengka n kepala sambil menahan
senyum. Sementara dia cuma ngikik melihat ekspresi saya. Saya memulai
membacanya.
Dan sampai saat inipun saya masih hapal dengan kata-katanya. Begini isi
surat itu.
    Kepada YTH
    Calon istri saya, calon ibu anak-anak saya, calon anak Ibu saya dan calon
    kakak buat adik-adik saya
    Di tempat
    Assalamu'alaikum Wr Wb
    Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat ini
    hingga akhir. Baru kemudian silahkan dibuang atau dibakar, tapi saya
    mohon, bacalah dulu sampai selesai.
    Saya, yang bernama ...... menginginkan anda untuk menjadi istri saya. Saya
    bukan siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa. Saat ini saya punya
    pekerjaan.
    Tapi saya tidak tahu apakah nanti saya akan tetap punya pekerjaan. Tapi
    yang pasti saya akan berusaha punya penghasilan untuk mencukupi kebutuhan
    istri dan anak-anakku kelak. Saya memang masih kontrak rumah.
    Dan saya tidak tahu apakah nanti akan ngontrak selamannya. Yang pasti,
    saya akan selalu berusaha agar istri dan anak-anak saya tidak kepanasan
    dan tidak kehujanan. Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak
    kelemahan dan beberapa kelebihan. Saya menginginkan anda untuk mendampingi
    saya. Untuk menutupi kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya. Saya
    hanya manusia biasa. Cinta saya juga biasa saja.
    Oleh karena itu. Saya menginginkan anda mau membantu saya memupuk dan
    merawat cinta ini, agar menjadi luar biasa. Saya tidak tahu apakah kita
    nanti dapat bersama-sama sampai mati. Karena saya tidak tahu suratan jodoh
    saya. Yang pasti saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi suami dan ayah
    yang baik. Kenapa saya memilih anda? Sampai saat ini saya tidak tahu
    kenapa saya memilih anda. Saya sudah sholat istiqaroh berkali-kali, dan
    saya semakin mantap memilih anda.
    Yang saya tahu, Saya memilih anda karena Allah. Dan yang pasti, saya
    menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah. Saya
    tidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkin
    menjadi lebih baik dari saat ini.
    Saya mohon sholat istiqaroh dulu sebelum memberi jawaban pada saya. Saya
    kasih waktu minimal 1 minggu, maksimal 1 bulan. Semoga Allah ridho dengan
    jalan yang kita tempuh ini. Amin
    Wassalamu'alaikum Wr Wb

Saya memandang surat itu lama. Berkali-kali saya membacanya. Baru kali ini
saya membaca surat 'lamaran'
yang begitu indah. Sederhana, jujur dan realistis.
Tanpa janji-janji gombal dan kata yang berbunga-bunga.
Surat cinta minimalis, saya menyebutnya :D. Saya menatap sahabat disamping
saya. Dia menatap saya dengan senyum tertahan.
"Kenapa kamu memilih dia."
"Karena dia manusia biasa." Dia menjawab mantap. "Dia sadar bahwa dia
manusia biasa. Dia masih punya Allah yang mengatur hidupnya. Yang aku
tahu dia akan selalu berusaha tapi dia tidak menjanjikan apa-apa.
Soalnya dia tidak tahu, apa yang akan terjadi pada kita dikemudian hari.
Entah kenapa, Itu justru memberikan kenyamanan tersendiri buat aku."
"Maksudnya?"
"Dunia ini fana. Apa yang kita punya hari ini belum tentu besok masih
ada. Iya kan ? Paling gak. Aku tau bahwa dia gak bakal frustasi kalau
suatu saat nanti kita jadi gembel. Hahaha."
"Ssttt." Saya membekap mulutnya. Kuatir ada yang tau kalau kita belum
tidur. Terdiam kita memasang telinga.
Sunyi. Suara jengkering terdengar nyaring diluar tembok. Kita saling
berpandangan lalu cekikikan sambil menutup mulut masing-masing. "Udah
tidur. Besok kamu kucel, ntar aku yang dimarahin Mama." Kita kembali
rebahan. Tapi mata ini tidak bisa terpejam. Percakapan kita tadi masih
terngiang terus ditelinga saya.
"Gik..."
"Tidur. Dah malam." Saya menjawab tanpa menoleh padanya. Saya ingin dia
tidur, agar dia terlihat cantik besok pagi. Kantuk saya hilang sudah,
kayaknya gak bakalan tidur semaleman nih.
Satu lagi pelajaran pernikahan saya peroleh hari itu.
Ketika manusia sadar dengan kemanusiannya. Sadar bahwa ada hal lain yang
mengatur segala kehidupannya.
Begitupun dengan sebuah pernikahan. Suratan jodoh sudah tergores sejak ruh
ditiupkan dalam rahim.
Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana dan berapa lama pernikahnnya
kelak. Lalu menjadikan proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban
tapi sebuah 'proses usaha'.
Betapa indah bila proses menuju pernikahan mengabaikan harta, tahta dan
'nama'.
Embel-embel predikat diri yang selama ini melekat ditanggalkan.
Ketika segala yang 'melekat' pada diri bukanlah dijadikan pertimbangan
yang utama.
Pernikahan hanya dilandasi karena Allah semata. Diniatkan untuk ibadah.
Menyerahkan secara total pada Allah yang membuat skenarionya. Maka semua
menjadi indah. Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap umat-NYA.
Hanya Allah yang mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang mampu
menyegerakan sebuah pernikahan. Kita hanya bisa memohon keridhoan Allah.
Meminta-NYA mengucurkan barokah dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah jua
yang akan menjaga ketenangan dan kemantapan untuk menikah.
Lalu, bagaimana dengan cinta? Ibu saya pernah bilang, Cinta itu proses.
Proses dari ada, menjadi hadir, lalu tumbuh, kemudian merawatnya. Agar
cinta itu bisa bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam pernikahan
yang suci. Witing tresno jalaran garwo(sigaraning nyowo), kalau
diterjemahkan secara bebas. Cinta tumbuh karena suami/istri (belahan
jiwa).
Cinta paling halal dan suci. Cinta dua manusia biasa, yang berusaha
menggabungkannya agar menjadi cinta yang luar biasa. Amin.

Ungkapan Sederhana Untuk Istri Tercinta

Ungkapan Sederhana Untuk Istri Tercinta
By M. Fauzil Adzim

Bila malam sudah beranjak mendapati Subuh, bangunlah sejenak. Lihatlah
istri Anda yang sedang terbaring letih menemani bayi Anda. Tataplah
wajahnya yang masih dipenuhi oleh gurat-gurat kepenatan karena seharian
ini badannya tak menemukan kesempatan untuk istirah barang sekejap,
Kalau saja tak ada air wudhu yang membasahi wajah itu setiap hari,
barangkali sisa-sisa kecantikannya sudah tak ada lagi.

Sesudahnya, bayangkanlah tentang esok hari. Di saat Anda sudah bisa
merasakan betapa segar udara pagi, Tubuh letih istri Anda barangkali
belum benar benar menemukan kesegarannya. Sementara anak-anak sebentar
lagi akan meminta perhatian bundanya, membisingkan telinganya dengan
tangis serta membasahi pakaiannya dengan pipis tak habis-habis. Baru
berganti pakaian, sudah dibasahi pipis lagi. Padahal tangan istri Anda
pula yang harus mencucinya.

Di saat seperti itu, apakah yang Anda pikirkan tenang dia? Masihkah Anda
memimpikan tentang seorang yang akan senantiasa berbicara lembut kepada
anak-anaknya seperti kisah dari negeri dongeng sementara di saat yang
sama Anda menuntut dia untuk nenjadi istri yang penuh perhatian, santun
dalam bicara, lulus dalam memilih kata serta tulus dalam menjalani
tugasnya sebagai istri, termasuk dalam menjalani apa yang sesungguhnya
bukan kewajiban istri tetapi dianggap sebagai kewajibannya.

Sekali lagi, masihkah Anda sampai hati mendambakan tentang seorang
perempuan yang sempurna, yang selalu berlaku halus dan lembut? Tentu saja
saya tidak tengah mengajak Anda membiarkan istri kita membentak
anak-anak dengan mata rnembelalak. Tidak. Saya hanya ingin mengajak Anda
melihat bahwa tatkala tubuhnya amat letih, sementara kita tak pernah
menyapa jiwanya, maka amat wajar kalau ia tidak sabar. begitu pula
manakala matanya yang mengantuk tak kunjung memperoleh kesempatan untuk
tidur nyenyak sejenak, maka ketegangan emosinya akan menanjak. Disaat
itulah jarinya yang lentik bisa tiba-tiba membuat anak kita rnenjerit
karena cubitannva yanq bikin sakit.

Apa artinya? Benar, seorang istri shalihah memang tak boleh
bermanja-manja secara kekanak-kanakan, apalagi sampai cengeng. Tetapi
istri shalihah tetaplah manusia yang membutuhkan penerimaan. Ia juga
butuh diakui, meski tak pernah meminta kepada Anda. Sementara
gejolak-gejolak jiwa yang memenuhi dada, butuh telinga yang mau
mendengar. Kalau kegelisahan jiwanya tak pernah menemukan muaranya
berupa kesediaan untuk mendengar, atau ia tak pernah Anda akui
keberadaannya, maka jangan pernah menyalahkan siapa-siapa kecuali dirimu
sendiri jika ia tiba-tiba meledak. Jangankan istri kita yang suaminya
tidak terlalu istimewa, istri Nabi pun pernah mengalami situasi-situasi
yang penuh ledakan, meski yang membuatnya meledak-ledak bukan karena
Nabi Saw. tak mau mendengar melainkan semata karena dibakar api
kecemburuan. Ketika itu, Nabi Saw. hanya diam menghadapi 'Aisyah yang
sedang cemburu seraya memintanya untuk mengganti mangkok yang
dipecahkan.

Alhasil, ada yang harus kita benahi dalam jiwa kita. Ketika kita
menginginkan ibu anak-anak kita selalu lembut dalam mengasuh, maka bukan
hanya nasehat yang perlu kita berikan. Ada yang lain. Ada kehangatan
yang perlu kita berikan agar hatinya tidak dingin, apalagi beku, dalam
menghadapi anak-anak setiap hari, Ada penerimaan yang perlu kita
tunjukkan agar anak-anak itu tetap menemukan bundanya sebagai tempat
untuk memperoleh kedamaian, cinta dan kasih-sayang. Ada ketulusan yang
harus kita usapkan kepada perasaan dan pikirannya, agar ia masih tetap
memiliki energi untuk tersenyum kepada anak-anak kita. Sepenat apa pun
ia.

Ada lagi yang lain: pengakuan. Meski ia tidak pernah menuntut, tetapi
mestikah kita menunggu sampai mukanya berkerut-kerut. Karenanya, marilah
kita kembali ke bagian awal tulisan ini. Ketika perjalanan waktu telah
melewati tengah malam, pandanglah istri Anda yang terbaring letih itu.
lalu pikirkankah sejenak, tak adakah yang bisa kita lakukan sekedar
Untuk menqucap terima kasih atau menyatakan sayang? Bisa dengan kata
yang berbunga-bunga, bisa tanpa kata. Dan sungguh, lihatlah betapa
banyak cara untuk menyatakannya. Tubuh yang letih itu, alangkah
bersemangatnya jika di saat bangun nanti ada secangkir minuman hangat
yang diseduh dengan dua sendok teh gula dan satu cangkir cinta.
Sampaikan kepadanya ketika matanya telah terbuka, "Ada secangkir minuman
hangat untuk istriku. Perlukah aku hantarkan untuk itu?"

Sulit melakukan ini? Ada cara lain yang bisa Anda lakukan. Mungkin
sekedar membantunya menyiapkan sarapan pagi untuk anak-anak, mungkin
juga dengan tindakan-tindakan lain, asal tak salah niat kita. Kalau kita
terlibat dengan pekerjaan di dapur, rnemandikan anak, atau menyuapi si
mungil sebelum mengantarkannya ke TK, itu bukan karena gender-friendly;
tetapi semata karena mencari ridha Allah. Sebab selain niat ikhlas
karena Allah, tak ada artinya apa yang kila lakukan. Kita tidak akan
mendapati amal-amal kita saat berjumpa dengan Allah di yaumil-kiyamah.
Alaakullihal, apa yang ingin Anda lakukan, terserah Anda. Yang jelas,
ada pengakuan untuknya, baik lewat ucapan terima kasih atau tindakan
yang menunjukkan bahwa dialah yang terkasih. Semoga dengan kerelaan kita
untuk menyatakan terima-kasih, tak ada airmata duka yang menetes dari
kedua kelopaknya. Semoga dengan kesediaan kita untuk membuka telinga
baginya, tak ada lagi istri yang berlari menelungkupkan wajah di atas
bantal karena merasa tak didengar. Dan semoga pula dengan perhatian yang
kita berikan kepadanya, kelak istri kita akan berkata tentang kita
sebagaimana Bunda 'Aisyah radhiyallahu anha berucap tentang suaminya,
Rasulullah Saw., "Ah, semua perilakunya menakjubkan bagiku."

Sesudah engkau puas memandangi istrimu yang terbaring letih, sesudah
engkau perhatikan gurat-gurat penat di wajahnya, maka biarkanlah ia
sejenak untuk meneruskan istirahnya. Hembusan udara dingin yang mungkin
bisa mengusik tidurnya, tahanlah dengan sehelai selimut untuknya.
Hamparkanlah ke tubuh istrimu dengan kasih-sayang dan cinta yang tak
lekang oleh perubahan, Semoga engkau termasuk laki-laki yang mulia,
sebab tidak memuliakan wanita kecuali laki-laki yang mulia.

Sesudahnya, kembalilah ke munajat dan tafakkurmu. Marilah kita ingat
kembali ketika Rasulullah Saw. berpesan tentang istri kita. "Wahai
manusia, sesungguhnya istri kalian mempunyai hak atas kalian sebagaimana
kalian mempunyai hak atas mereka. Ketahuilah,"kata Rasulullah Saw.
melanjutkan, 'kalian mengambil wanita itu sebagai amanah dari Allah, dan
kalian halalkan kehormatan mereka dengan kitab Allah. Takutlah kepada
Allah dalam mengurus istri kalian. Aku wasiatkan atas kalian untuk
selalu berbuat baik. "

Kita telah mengambil istri kita sebagai amanah dari Allah. Kelak kita
harus melaporkan kepadaAllah Taala bagairnana kita menunaikan amanah
dari-Nya kah kita mengabaikannya sehingga gurat-gurat an dengan cepat
rnenggerogoti wajahnya, jauh awal
dari usia yang sebenarnya? Ataukah, kita sempat tercatat selalu berbuat
baik untuk isti Saya tidak tahu. Sebagaimana saya juga tidak tahu apakah
sebagai suami Saya sudah cukup baik jangan-jangan tidak ada sedikit pun
kebaikan di mata istri. Saya hanya berharap istri saya benar-banar
memaafkan kekurangan saya sebagai suami. indahya, semoga ada kerelaan
untuk menerima apa adanya.

Hanya inilah ungkapan sederhana yang kutuliskan untuknya. Semoga Anda
bisa menerima ungkapan yang lebih agung untuk istri Anda.






Toko Istri

cheers..


Sebuah toko yang menjual istri, baru saja dibuka. Para pria dapat memilih calon istrinya. Diantara instruksi-instruksi yang ada di pintu masuk terdapat instruksi yang menunjukkan bagaimana aturan main untuk masuk toko tersebut.

"Kamu hanya dapat mengunjungi toko ini SATU KALI". Toko tersebut terdiri dari 6 lantai dimana setiap lantai akan menunjukkan sebuah calon kelompok istri. Semakin tinggi lantainya, semakin tinggi pula nilai gadis tersebut.

Kamu dapat memilih gadis di lantai tertentu atau lebih memilih ke lantai berikutnya tetapi dengan syarat tidak bisa turun ke lantai sebelumnya kecuali untuk keluar dari toko..Lalu, seorang pria pun pergi ke toko "istri" tersebut untuk mencari istri..

Lantai 1 terdapat tulisan seperti ini :
Gadis di lantai ini memiliki pekerjaan dan taat pada Tuhan. Pria itu tersenyum, kemudian dia naik ke lantai selanjutnya.

Lantai 2 terdapat tulisan seperti ini :
Gadis di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, dan senang anak kecil. Kembali pria itu naik ke lantai selanjutnya.

Lantai 3 terdapat tulisan seperti ini :
Gadis di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil dan cantik banget.'' Wow'', tetapi pikirannya masih penasaran dan terus naik.

Lalu sampailah pria itu di lantai 4 dan terdapat tulisan
Gadis di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil, cantik banget dan rajin melakukan pekerjaan rumah. ''Ya ampun !'' Dia berseru, ''Aku hampir tak percaya''.

Dan dia tetap melanjutkan ke lantai 5 dan terdapat tulisan seperti ini :
Gadis di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil, cantik banget, rajin melakukan pekerjaan rumah, dan romantis abbiizzz.

Dia tergoda untuk berhenti tapi kemudian dia melangkah kembali ke lantai 6 dan terdapat tulisan seperti ini :
Anda adalah pengunjung yang ke 4.363.012. Tidak ada gadis di lantai ini. Lantai ini hanya semata-mata bukti untuk pria yang tidak pernah puas. Terima kasih telah berbelanja di toko "Istri". Hati-hati ketika keluar toko dan semoga hari yang indah buat anda.

(** Kita tidak bisa menemukan seseorang yang sempurna, tapi cintailah seseorang yang kita miliki dengan cinta yang sempurna)



Orang Bijak

saya dpt dari teman di MP (semoga bermanfaat)

beliau mengatakan:

#
Orang bijaksana memiliki batin yang teguh dan batin yang lemah lembut sekaligus. Keteguhannya terlihat dalam kelembutannya, dan di dalam keteguhan itu tercakup kelembutan. Kelembutannya menentramkan, sementara keteguhannya menguatkan

##
Banyak dari kita tidak berminat melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan seperti yang lain. Tapi kita tak mampu melakukan hal yang kita impikan. Sayangilah apa yang kamu miliki dan jangan mengharapkan apa yang kamu tidak miliki. Ketika kamu adalah ikan, nikmatilah dirimu dengan berenang untuk kepuasan hatimu, dan jangan berkhayal untuk terbang. Bila kamu adalah burung, nikmatilah terbangmu untuk kepuasan hati, dan jangan sekali mengkhayalkan untuk menyelam.

Yang Berilmu Lebih Utama dari pada Yang Ahli Ibadah?

dari blog seorang kawan di MP juga...:


Rasulullah Muhammad SAW bersabda, “Keutamaan seorang alim (orang berilmu) atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain”

(Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)

Bad Morning...

Pagi ini, kejadian seru terjadi
Tepatnya di kamar mandi sebuah kosan...
hi..hi...
Bodohnya....

Alkisah, seisi kosan udah pada pergi
Kosan kosong
Tinggallah diriku sendiri

Berhubung sepi, mrasa bebas lah...
Masuk kamar mandi
Mandi dengan tenangnya
Damai...

Ktika beres, jreng..jreng...
Terjadilah ketotolan itu...
Telat nyadar nya....

Ternyata, pintu kamar mandi ga bisa kebuka
Alias, akuwh kekunci di dalam ruangan mungil itu
Mau teriak pun percuma..
Syapa juga yang bakal denger...

Alhasil, ku coba lah berusaha sekuat tenaga
Niatnya mau ngancurin itu gagang pintu yang udah karatan
Lumayan tenaga dalam sisa-sisa pendidikan jaman dulu
Masih berfungsi dengan baik

Ya tapi tetep aja judulnya itu besi...
Cuma berhasil 'digerogotin' pinggirannya aja
Tangan ini sanggupnya cuma segitu

Lantas apa?
ya sudah... nggak ngaruh... tetep g bisa kebuka.
Stengah jam kekurung di kamar mandi
Nggak panik sih... Cuma bingung aja,
mikir... "Kapan bisa keluar dari sini.."
Pasrah...

Akhirnya...
Pertolongan Allah datang melalui otak ini
Iseng aja coba2 ngejebol bagian bawah pintunya
Bisa ternyata.
Keluarlah aku dari lubang kecil itu
Untungnya kurus...
he..he...
masih untung...

Yah..yah....
Begitulah ku awali hari ini...

Kenapa Harus Berteriak?

Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya,

“Mengapa ketika seseorang sedang marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?”


Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab,

“Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak.”


”Tapi...” sang guru balik bertanya, ”lawan bicaranya justru berada di sampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tidak dapat berbicara secara halus?”

Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan.

Sang guru lalu berkata,


”Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara dua hati mereka menjadi amat jauh walaupun secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu, mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi.”


Sang guru masih melanjutkan,

”Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara, suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkan dengan begitu jelas. Mengapa demikian?” sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban.


”Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya, sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan.”

Sang guru masih melanjutkan,


”Ketika anda sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin disaat itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang bijaksana. Karena waktu akan membantu anda.”


(sumber:e-book motivasi)

Blajar Dari Orang Terkaya di Dunia

Semoga bermanfaat,
sekadar forwardan

Warren Buffet Orang Terkaya di DUNIA.......
Tulisan berikut merupakan rangkuman 1 jam wawancara dengan,
Investor Legendaris nomor satu di dunia di CNBC.

Warren Buffet saat ini adalah orang terkaya nomor satu di dunia versi
Majalah Forbes, dengan aset pribadi sebesar $ 62 milyar (setara 619
Triliun rupiah!!!),

Angka ini jelas mengalahkan kekayaan Bill Gates.

Buffet sekaligus filantrop/dermawan nomor satu dunia yang telah
Menyumbangkan lebih dari $ 31 milyar (sekitar Rp. 300 triliun!!!) Dana
Pribadinya untuk sumbangan-sumbangan ...

Berikut 9 aspek kehidupannya yang sangat menarik:

1. Buffet memulai investasi sahamnya pada usia 11 tahun,
Dan IA sangat menyesal memulai investasi saham di usia yang terlambat

2. Dia membeli sebuah lahan pertanian kecil pada usia 14 tahun dari hasil
Tabungannya menjadi loper Koran

3. Dia tetap hidup sederhana dengan gaya hidup yang tidak berubah,
Memiliki rumah dengan 3 kamar tidur kecil di kota kecil Omaha,
Yang IA beli setelah IA menikah 50 tahun yang lalu,
Rumahnya tidak memiliki pagar.

4.Dia mengendarai mobilnya sendiri tanpa seorang sopir ataupun bodyguard
Di dekatnya

5. Dia tidak pernah bepergian menggunakan jet pribadi,
Walaupun IA memiliki perusahaan jet pribadi terbesar di dunia

6. Perusahaannya, Berkshire Hathaway, memiliki 63 perusahaan.
Ia hanya menulis 1 surat setiap tahun ke CEO perusahaan2nya tersebut,
Memberikan mereka tujuan bisnis yang harus dicapai setiap tahunnya. Ia
Tidak pernah mengadakan meeting atau menelepon CEO2 tersebut,
IA hanya memberikan 2 buah peraturan:
1. Rule number 1: Jangan pernah membuat rugi para pemilik saham
2. Rule number 2: Jangan pernah lupa Aturan nomor 1

7. Ia tidak pernah bersosialisasi di klub-klub orang kaya.
Waktu luangnya setelah IA tiba di rumah IA gunakan untuk membuat popcorn,
Dan menonton TV

8. Bill Gates, mantan orang terkaya di dunia,
Tidak pernah berminat untuk menemui Buffet karena tidak melihat adanya
Kesamaan yang mereka miliki, namun 5 tahun yang lalu Bill mencoba membuat
Agenda untuk bertemu dengan Buffet hanya selama 30 menit. Namun meeting
Tersebut justru berlangsung selama 10 jam,
Bill berbincang-bincang lama sekali dengan Buffet.

9. Buffet tidak pernah membawa hanphone,
Maupun PC/laptop di mejanya,

Nasehatnya untuk Anak Muda:

'Stay away from credit cards and invest in yourself and remember:

1. Uang tidak menciptakan manusia. Namun manusia bisa menciptakan UANG....

2. Jalani kehidupan Anda sesederhana diri Anda sendiri. Yang penting diri
Anda NYAMAN...

3. Jangan lakukan apa yang orang lain katakan.
Dengarkan saja mereka, namun lakukanlah hanya apa yang membuat Anda
Merasa nyaman (feel good)

4. Jangan membeli barang karena merknya.
Kenakanlah pakaian yang memang membuat Anda merasa nyaman.

5. Jangan menghabiskan uang Anda untuk barang-barang yang tidak penting.
Gunakanlah uang Anda secara bijaksana untuk kebutuhan yang memang
Benar-benar Anda perlukan.

6. Akhirnya, ini semua adalah kehidupan Anda.
"Hidup ini hanya sekali. Mengapa Anda harus memberikan orang lain
Kesempatan untuk mengatur hidup Anda?. Hiduplah dengan gaya Anda sendiri,
Yang penting Anda senang, Anda puas, Anda nyaman, & Anda bahagia...

Kertas Putih Hati Kita

"Past is a history, Next is a mistery, but today is A GIFT"


Masa lalu, seperih apapun
Tetap telah mengajarkan banyak hal
Bukankah guru yang paling berharga adalah pengalaman?

Hati ibarat kertas kosong nan putih bersih
Polos...
Banyak yang datang dan pergi dalam hidup kita
Menorehkan suka cita, duka, maupun kesenangan,...

Tatkala kita merasa sakit...
Anggaplah seseorang telah menorehkan sesuatu (luka)
Di kertas putih itu...

Sebagai manusia,
Sakit hati memang tak terhindarkan
Tapi, lihatlah kertas putih itu...
Meskipun seseorang telah menorehkan luka disana...
Tapi...kertas putih itu tak lagi kosong...
Kini kertas putih itu berisi...
Berisi sesuatu yang berharga...
Sesuatu yang bisa dijadikan pelajaran penting dalam hidup...

Moment tak pernah kembali...

Apapun...
Percayalah...
Tuhan kita Maha Adil...
Yakinlah...
Yang terbaik, hanya untuk kita....


Kebayoran Lama, 2 Juli 2008
21.45 WIB

Apa Kabarmu Disana?

Haluwh...
Apa kabar dunia di sana?
Baik-baik saja kah?
Pastinya begitu
(Meskipun disini hatiku sakit karenamu..)

Tanpaku, kamu masih bisa bersenang-senang kan...?
Tanpaku, kamu merasa lebih baik khan...?
Tanpaku, kamu 'feel free' tuk mencari yang lebih baik khan...?
Semoga.. kamu temukan yang 'perfect' dimatamu...

Bagaimana denganku..?
Akh, ku yakin, kamu tak ingin tahu tentangku
Yah, anggaplah aku baik-baik saja disini
Toh, kamu pun tak kan peduli apa yang terjadi dengan ku
Bukankah begitu..??

Halo...
Apakah kamu yang disana mendengar jerit hati ini?
Semoga tidak...
Lagipula, aku tak ingin kamu tahu aku terpuruk
Dus, ku tak rela kau tertawa melihat kejatuhanku...

Aku tak sendirian disini...
Banyak teman...
Banyak kawan...
Banyak hal yang lebih penting untuk ku fikirkan...

Kamu..?
Kamu dulu memang penting buatku...
Tapi itu dulu, sebelum kamu membuangku

Ha..ha... ku bisa tertawa seperti ini
Juga karena ulahmu...

"Smiling face, stressed inside"

Ya Allah...
Maafkan aku yang pernah berburuk sangka terhadap takdirMu...
Kini ku mohon...
Berilah aku lebih banyak lagi pekerjaan
Berilah aku lebih banyak lagi stress & tekanan kerja
Agar aku bisa melupakannya
Agar aku bisa melupakan kepedihanku...

Ya Allah...
Ya Rahman...
Ya Rahim....


Kebayoran Lama, 25 Juni 2008
20.00 WIB

6/25/2008

Angin Malam, Sahabatku...





Rasa ini kembali menyeruak relung hatiku
Bingung, linglung, tak jelas pula apa yang kufikirkan
Yang ada hanyalah kehampaan

Feeling sad
Feeling lonely
Feeling guilty

Apa yang diinginkan hatiku pun
Ku tak mampu memahami

Akh...bagaimana ini
Memahami diri sendiri saja ku tak sanggup lagi...

Kebayoran Lama, 22 Juni 2008
20.25 WIB



NB:
Thanks to Danang, yg udah rela
meminjamkan motornya
tuk menemani malam ku yang hampa.
Tenang Bro, motor mu aman di tangan kuwh ;)

Apa Kabarmu Disana?

Haluwh...
Apa kabar dunia di sana?
Baik-baik saja kah?
Pastinya begitu
(Meskipun disini hatiku sakit karenamu..)

Tanpaku, kamu masih bisa bersenang-senang kan...?
Tanpaku, kamu merasa lebih baik khan...?
Tanpaku, kamu 'feel free' tuk mencari yang lebih baik khan...?
Semoga.. kamu temukan yang 'perfect' dimatamu...

Bagaimana denganku..?
Akh, ku yakin, kamu tak ingin tahu tentangku
Yah, anggaplah aku baik-baik saja disini
Toh, kamu pun tak kan peduli apa yang terjadi dengan ku
Bukankah begitu..??

Halo...
Apakah kamu yang disana mendengar jerit hati ini?
Semoga tidak...
Lagipula, aku tak ingin kamu tahu aku terpuruk
Dus, ku tak rela kau tertawa melihat kejatuhanku...

Aku tak sendirian disini...
Banyak teman...
Banyak kawan...
Banyak hal yang lebih penting untuk ku fikirkan...

Kamu..?
Kamu dulu memang penting buatku...
Tapi itu dulu, sebelum kamu membuangku

Ha..ha... ku bisa tertawa seperti ini
Juga karena ulahmu...

"Smiling face, stressed inside"

Ya Allah...
Maafkan aku yang pernah berburuk sangka terhadap takdirMu...
Kini ku mohon...
Berilah aku lebih banyak lagi pekerjaan
Berilah aku lebih banyak lagi stress & tekanan kerja
Agar aku bisa melupakannya
Agar aku bisa melupakan kepedihanku...

Ya Allah...
Ya Rahman...
Ya Rahim....


Kebayoran Lama, 25 Juni 2008
20.00 WIB

6/13/2008

don't know how to face this crazy world

"i'm not, not sure
not too sure how it feels
to handle everyday
AND I MISS U LOVE...."
By: SIlverchair


Ku bisa tersenyum pada dunia
Ku bisa tampak bahagia
Ku beri apa yang mereka minta
Ku bisa bahagiakan mereka


Tapi, apa untungnya buatku?
Toh itu semua semu
Palsu
Ya, itu palsu

Yang keluar itu bertentangan 180 derajat dari yang ada di dalam sini
Jauh di lubuk hati ini
Hanya terdapat luka
Luka yang entah kapan dapat tersembuhkan

Jangankan tersenyum
Menatap dunia saja seolah ku tak sanggup

Tuhan, jika ku tampakan bahagia
Itu karna ku tak ingin mereka khawatir
Jika ku tampakan ceria
Itu karna ku tak ingin mereka fikir aku terpuruk karna disakiti
Jika aku tampakan bahwa aku baik-baik saja
Itu karna ku tak mau dia yang menyakitiku bahagia
Karna melihat aku 'jatuh'

Ya Rabb...
Hanya Engkau tempat ku meminta...
Ulurkanlah selalu tangan RahmatMu
Kelilingilah aku dengan para malaikatMu
Berilah aku yang terbaik bagiMu Ya Rabb...
Ya Rahman... Ya Rahim...
Berilah yang terbaik untukku...


Kebayoran Lama, 12 Juni 2008
22.10 WIB
backsound: miss u love - silverchair

Menjadi Istri Tanpa Syarat

Aku Ingin menjadi Istrimu Tanpa Syarat

Ya Allah, ya Tuhanku....
Cintaku, mutiara hatiku

Aku ingin menikah denganmu
aku ingin jadi istri yang terbaik bagimu
aku ingin membuatkanmu secangkir teh hangat setiap pagi
dan memeluk punggungmu ketika kau lelah

aku tak butuh segala impian materimu, sungguh
aku ingin kita menikah tanpa syarat
cukup karena kita saling mencintai dan berlandas agama
menikah karena ingin beribadah
aku ingin menjadi istri solehah bagimu
kita sholat berjamaah bersama dan mengaji, setelah itu aku
membacakan tilawah untuk kita berdua

aku ingin mengecupmu dikala hujan turun
dan mengusap rambutmu dikala matahari bersinar
aku tau mungkin aku cita-citaku menjadi ibu rumah tangga terlalu
muluk bagimu
mau makan apa kita kalau kau tak kerja?
begitu alasannya

Tapi tahukah kau?
aku hanya ingin menjadi yang terbaik bagimu
tanpa syarat, tanpa ketentuan
akan kucurahkan semuanya
melakukan yang terbaik yang aku bisa

Karena

Aku ingin menjadi istrimu tanpa syarat

6/04/2008

Kebayoran Lama, 4 Juni 2008

Thanks buat smua orang yang memberiku senyum dan secercah semangat di hari ini...
Baik yang melalui berbagai media teknologi, maupun yang langsung menyalamiku, memberi pelukan hangat persahabatan, tanda kalian 'care' dan peduli padaku....

Secuil kata "met ultah' yang meluncur dari bibir kalian... meluluhkan kebekuan hatiku...

Disaat jatah usia berkurang,
Ku tak sanggup lagi meminta apapun pada Tuhanku...
Begitu banyak yang t'lah Dia beri padaku
Hingga tak sanggup lagi ku lukiskan anugerahNya...

Ya Rabb...
Terimakasih Engkau telah mengirimkan
Para malaikatMu dalam hidupku...

Jakarta, 4 Juni 2008
Awal Kehidupan Baruku...

5/29/2008

Siapa Yang Memperjuangkan Nasib Wartawan?

Nasib jadi buruh (pekerja-red) kontrak.
Perusahaan punya hak sepihak untuk tidak memperpanjang kontrak.
Alasan rasional yang dikemukakan, 1001 macam tentunya.

Baru saja terjadi di depan mata.
Beberapa rekan senior, tidak diperpanjang kontraknya.

Entahlah....
Aku sendiri tak begitu paham alasan pastinya.
Yang jelas terdengar ramai dibicarakan,
banyak juga yang tak setuju kalau beberapa dari mereka tak diperpanjang..
karena memang beberapa orang dari yang di-kick itu dinilai memiliki kualitas bagus.

Alasannya, katanya kurang mencapai standar.
Dari tiga kali masa penilaian (setiap 4 bulan),
Seharusnya selalu dapat nilai A bulat! kalau mau diangkat jadi karyawan tetap.
Atau paling tidak, dua kali dapat A, satu B.

Akh... adakah manusia se perfect itu, bos...?????

Wartawan..betapa malang nasib mu.. (mengasihani diri sendiri!)
Kita selalu memperjuangkan nasib masyarakat, melalui tulisan2 kita.
Kita bisa dengan mudah mencegat seorang presiden sekalipun,
untuk menanyakan tentang suatu masalah.
Kita bisa bersikap sebagai 'devil advokate'
Ketika kita mereportase sesuatu yang berhubungan dengan rakyat banyak.

Tapi... ironisnya...
Ketika nasib kita sendiri diujung tanduk, siapa yg peduli?
Bahkan setahun mendabdi dengan loyalitas dan totalitas pun,
Nyatanya tak sanggup meruntuhkan momok 'di-kick' seperti itu.

Bukankah suara rakyat itu suara Tuhan?
Kalau suara yang bergaung adalah
Kesepakatan bahwa 'orang itu bagus dan berhak diangkat'
Maka, adilkah mereka diperlakukan seperti itu????

Mungkin bagi pemilik modal, lebih menguntungkan jika
Merekrut karyawan baru saja (untuk di kontrak),
ketimbang mengangkat (jadi karyawan tetap),yang masa kontraknya sudah habis.
Lebih menguntungkan dari sisi keuangan perusahaan.
Karena mengangkat karyawan baru artinya
Memberikan hak penuh kepada si karyawan yang baru diangkat.
Dan itu artinya, pengeluaran akan bertambah.

Tapi secara kualitas, nggak akan sebanding...
yang baru menggantikan yang lama itu khan...
Nggak bosen apa, harus selalu mengajari orang baru???


Lebih ironis lagi...
Sesama wartawan disini pun tak sanggup berbuat apa2.
Apalagi aku yang baru seumur jagung di sini.
Hanya bisa DIAM.
Berfikir 'kapan giliranku?'

Akh..ya...
Aku lupa.. ini jaman kapitalis, khan....
Apapun bisa terjadi...
Nasib pekerja...
Hyah.... berdoa sajalah...

Ya Allah...
Tunjukkanlah KeadilanMu...

Jakarta, 29 Mei 2008
21.00 WIB

5/22/2008

Gadis Kecil di Bus Kota

Tubuh mungil itu berjalan tertatih...

Rambut kusutnya berantakan

Mata setengah ‘sadar’

Celana krem selutut, kaos merah terang

Tak menjadikan keadaannya tampak lebih ‘layak’


Di dalam bus kota model jepang,

Dari ibukota menuju daerah penyangganya


Beberapa amplop lusuh dalam genggamannya

Satu persatu ia bagikan pada para penumpang bus


Tak ramai saat itu..

Namun cukuplah membuat gadis mungil itu kewalahan

Menjelajahi bus dari depan, hingga ujung belakang


Jalannya sempoyongan

Ditambah lagi laju bus yang tak karuan

Beberapa kali ia nyaris terjatuh karenanya

Namun, berkali-kali itu pula ia mampu bertahan


Miris hatiku mengamati

Si mungil yang tak mampu menyembunyikan kantuknya

Gadis kecil yang seharusnya sudah nyenyak dalam buaian

Justru masih berada di jalan

Mengarungi derasnya kehidupan


Sari, nama gadis mungil itu.

Ia membuat kami terpesona. Aku dan kedua temanku tak habis fikir.

Betapa anak se kecil itu (berusia 4 tahun)

Diatas pukul 10 malam masih mencari nafkah di jalan.

Kantuk yang mendera, tak dihiraukannya. Ku rasa, yang difikirkannya hanya satu: “Tugasku bagi-bagi amplop, sementara kakakku bernyanyi”.


Ya, memang, si mungil tak sendiri.

Eka, sang kakak yang tak kalah imutnya, tak sungkan bernyanyi

Sambil memainkan sendiri gitarnya.

Suaranya boleh juga...

Serak-serak basah, berkarakter, khas Indonesia


Setelah selesai melakukan aksi ‘panggung’ nya,

Si mungil kembali menarik amplop dari para penumpang

Lalu, terjadilah saat itu...

Saat dimana aku diperlihatkan,

Betapa anak kecil, yang ku kira lemah

Ternyata memiliki kekuatan tuk ‘survive’ yang luar biasa


Luar biasa...

Aku dan temanku terkagum dibuatnya

Ketika posisi gadis kecil ini di tengah-tengah bus

Dalam posisi dimana tangannya tak kan mampu

Menggapai sesuatu tuk dijadikan pegangan

Bus berguncang cukup keras

Dan bisa ditebak

Si mungil yang sudah lelah plus ngantuk ini

Semakin sempoyongan saja posisinya


Tapi ditengah guncangan itu

Anak yang terlihat sangat lemah seperti dia

Mampu bertahan

Tanpa berpegang pada apapun

Dia hanya mengandalkan kekuatan kakinya, kurasa...


Beberapa kali terguncang

Miring kanan miring kiri

Nyaris jatuh ke depan & ke belakang

Tapi nyatanya

Dengan sedikit gurat senyum di wajah lugunya

Ia mampu bertahan...


Hingga sang kakak ‘menyelamatkannya’

Dan menariknya ke tepi dekat bangku penumpang


Aku dan temanku terkagum-kagum menyaksikan adegan itu

Sang kondektur bus ikut nimrung

“Yah, namanya juga udah terbiasa dari kecil turun-naik bis”, ujarnya


“Rumahnya dimana, dik?” ujarku

“Di Perumpung,” ujar Eka, sang kakak.


Reflek, ku tak kuasa menahan diri

Tuk membelai lembut kepala mungil itu


Belaian.... Yah... belaian...

Mungkin mereka jarang sekali ya, merasakan belaian di kepalanya...

Sementara kepala mereka selalu di jejali

Pemikiran tuk bertahan hidup di dunia yang keras.... dan tak ramah


Bergelenglah kepalaku...

Tak habis pikir...

Betapa kejamnya dunia ini

Hingga membuat anak-anak ini

Berjuang mengarungi hidup yang begini keras...


Sekitar pukul 22 lewat saat itu...

Di pinggiran Uki...

Bisa disaksikan dengan mata-kepala sendiri

Betapa banyak anak seusia mereka

Masih berada di jalan

Dengan peralatan ‘tempur’ nya

Gitar dan alat musik lainnya...


Sejurus kemudian,

Pemikiran apatis ku mencuat ke permukaan


Ah...Indonesiaku...

Beginilah cerminan bangsaku....


Bekasi, 22 mei 2008

00.50 WIB


-Elfira Rosa J-

5/15/2008

Memberi & Menerima

"memberi tidak membuatmu jatuh miskin, menerima tidak membuat derajatmu turun"

Salah seorang sahabat menyematkan quote itu di FS nya.
Mengingatkan ku akan "pentingnya ikhlas" dalam melakukan segala sesuatu.

Bunda ku pun sring mengingatkan:
"Secuil saja rasa sombong& riya muncul dalam hati,
Hancurlah semua nilai ibadah yang telah kita lakukan"

Yah... ikhlas... sulit..memang sangat2 sulit...
Tapi Allah Maha Adil, khan..?
Ganjaran atas keikhlasan pun sangat2 besar..
Matematika & logika manusia pun tak sanggup mengukurnya

Memberi & menerima
Selalu bersinergi...
Berjalan beriringan, layaknya pasangan kekasih yang saling mencintai
Tak terpisahkan ruang & waktu

Ketika kita memberi... (memberi apapun itu)
Maka sebagai gantinya kita akan menerima

Memberi,
Cinta, persahabatan, kasih sayang, perhatian, sgala kebaikan..
Kan terasa jauh lebih indah
Tatkala kita memberi, tanpa mengharapkan 'menerima'

Apa yang sudah kita berikan pada orang lain, hari ini...?

Bekasi, 15 Mei 2008
08.30 WIB

Pengantin Kubur

Kita semua adalah calon Pengantin Kubur

malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut
Hari itu mempelai sangat dimanjakan
Mandipun harus dimandikan
Seluruh badan Kita terbuka

Tak Ada sedikitpun rasa malu
Seluruh badan digosok dibersihkan

Setelah dimandikan
Dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Jarang orang memakainya
Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan
Wewangian ditaburkan ke baju Kita
Bagian kepala,badan dan kaki diikatkan

Keranda pelaminan langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian

Mempelai di arak
Menuju istana keabadian
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah Dzikir
Akad nikahnya bacaan talkin
Berwalikan liang lahat
Saksinya nisan-nisan yg tlah tiba dahulu
Siraman air mawar pengantar akhir kerinduan

Dan akhirnya tiba masa pengantin
Menunggu dan ditinggal sendiri
Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan

Malam pertama dg KEKASIH
Dia kan menetapkanmu utk nikmatNya atau siksaNya
Tentunya Kita berharap nikmatNya

5/09/2008

ada yang datang, ada yang hilang

apa harus slalu bgini yah...
kita nggak bisa dapat semua yg kita mau
ketika kita menginginkan 2 hal secara bersamaan,
kita hanya akan mendapat salah satunya.

atau,
ketika kita mendapatkan sesuatu yang sangat kita inginkan,
sebagai 'tumbal' nya, sesuatu yang lain yang sudah kita miliki,
akan pergi dari kita.

begitukah selalu?

tak bisa kah kita mendapat apa yg belum kita dapat
dan tetap mempertahankan apa yang sudah kita miliki?

tak bisakah kita memiliki keduanya secara bersamaan?

Ya Rabb.. berilah kebahagiaan secara utuh...
Jangan Kau buat aku bahagia di satu sisi,
sementara Kau buat ku menderita karena ku kehilangan
apa yang telah ku miliki sebelumnya...