3/11/2010

Kenapa Bertahan?

Sedang dilanda kebosanan yg teramat sangat, dan demovitasi tingkat tinggi. klo lagi gini biasanya enak nanya2 ke orang2 sekitar. syp tau bisa dpt suntikan motivasi. berikut intisari chat dgn teman kantor pagi ini:

saya: mbak, bosen nggak sih dgn rutinitas ky gini, bertaun2 brangkat pagi pulang menjelang magrib.

si mbak: bosen lahhhhhhhhhhhhhhh

saya: trus, apa yg membuat mbak masih tetap bertahan ? [stelah 4taun kerja gini2 aja & dah bosen akut tampaknya]

[pertanyaan nya ga dijawab2 sampe bbrp jam kmudian sy nanya lg baru dijawab]

si mbak: KEBUTUHAN

*jawaban yg singkat jelas dan padat dan CUKUP* hehe :p



siang ini ketemu OB kantor yg orangnya ramah, baik, supel, en slalu smangat. jualan, nawarin jus alpukat [identitas dirahasiakan aja y]

saya: pakabar mas?

si mas: baik [sambil nyengir lebar khas dia bgt]

saya: koq kayaknya semangat terus, apa sih rahasianya?

si mas: harus semangat dooong.... buat makan besokkkkk harus SEMANGAT [kalimat semangatnya diakhiri dgn penekanan dan antusiame tinggi sambil berlalu meninggalkan saya yg udah bayar lunas itu jus alpukat]

*dan saya pun bengong dan mikir. luarrrr biasaaaaa*



Hmhh..lumayan..bertanya pada orang lain memang slalu menambah suntikan motivasi.

Nah, bagaimana dengan anda? Apa yg membuat anda tetap semangat dan bertahan [meskipun ditengah rutinitas yg membosankan] ???

sharing yuuukkk.... (^_^)

1/08/2010

Hati yang Senang, Iman yang Menang

Sholatullah, Salamullah, ‘Ala thoha Rosulillah
Sholatullah, Salamullah, ‘Ala yasin..Habibillah...

Hidup ini tak akan lama
dunia ini fatamorgana
Penuhilah amal yang mulia
Agar mendapat tempat di surga

[Sholatullah, Salamullah....]

Wahai manusia tua dan muda
Ingatlah mati di depan mata
Amal mulia masuk ke surga amal durhaka
Masuk neraka

[Sholatullah, Salamullah....]

Hidup senang bukan banyak uang
Hidup senang hatinya tenang
Hati yang tenang hati yang senang
Hati yang senang iman nya menang

*kutipan lagu qosidahan yg nggak sengaja nemu di HP



Saat tiba-tiba merasa sangat malas, tak bergairah, tak ber passion dalam hal apapun,
Tubuh ini rasanya seperti seonggok benda tak berakal
Yang hanya punya naluri untuk melamun serta bermimpi
Ya, hanya mimpi
Mimpi yang samasekali tidak diniatkan untuk menjadi kenyataan
Mimpi yang ujung-ujungnya masuk tong sampah mungkin...

Duduk dan mengutak-atik file-file di hp
Bermaksud mendengarkan musik yang sesuai suasana hati
AHAAA!!! Tiba-tiba menangkap file Qasidah
Lagu lama, saya rasa...

Sudah lamaa sekali rasanya tak mendengar lagu bernuansa doa
Teringat nenek buyut saya yang orang betawi tulen, yang dahulu selalu mengusap-usap kepala saya
Sambil menyanyikan sholawat
Waktu kecil, saya fikir shalawat nyanyian itu milik orang betawi
Karna saya hanya mendengarnya ketika sedang berada di lingkungan orang-orang betawi

Belakangan ketika beranjak dewasa bahwasanya
Nada yang menentramkan hati itu adalah shalawat
Subhanallah...

Ketika mendengar lagu shalawat dari HP, serasa ada “sesuatu” yang menyusup dalam dada
Mungkin tak ada bedanya ketika kita mendengarkan seseorang yang membaca Qur’an dengan sangat indah...
Bahkan dengan lagu shalawat yang teks nya sarat tausiyah ini,
“sesuatu” itu seolah terhujam lebih dalam ke dalam sukma...

Yah, “sesuatu” itu saya rasa semacam kesadaran akan celah iman yang mulai kosong dan merenggang
*akh, mungkin slama ini terlalu banyak diracuni lagu-lagu pop melankolis* fikir saya...
Tapi sungguh, teks diujung lagu itu seolah menguatkan sangkaan saya...

Yah..selama ini saya rasa celah iman yang renggang itu semakin besar seiring kesibukan mengejar “dunia”
Dulu ketika belum punya uang sendiri, “maunya kerja – dapat uang banyak – bisa beli apapun yang saya mau – bisa membahagiakan semua orang yang ada disekitar saya – dengan MATERI / UANG.”

Tapi itu salah besar. Nyatanya uang dan materi seringkali menjauhkan kita dari cinta sejati padaNya
Uang, materi, kekuasaan, jabatan, yang dulu –waktu jaman susah- kita impikan dan kita fikir mampu membuat kita bahagia itu, tak ubahnya sebuah pedang bermata dua
Menyenangkan di satu sisi, menyakitkan di sisi lain

Nyatanya banyak orang kaya tak bahagia
Nyatanya banyak orang yang ber”jabatan” & “berkuasa” justru merasa kesepian dan juga tak bahagia

Benar sekali kalimat lagu itu
Hati yang senang, hidup tenang, bukanlah terletak pada
Materi, jabatan, kekuasaan
Tapi itu semua kembali pada yang fitrah pada diri kita,
Yakni.... IMAN...
Hati yang Senang, Iman yang Menang

Rasanya ingin mengoleksi kembali lagu-lagu Qosidahan jaman dulu
Menghibur sekaligus memberi tausiyah (^_^)

NB: yang punya lagu2 qosidah jaman dulu, boleh si share ke email saya dunks... 

12/04/2009

Belajar dari Orang Kecil

Orang kecil hanya peduli pada hal-hal kecil sehari-hari. Orang kecil peduli
pada bagaimana menghidupi keluarga sehari-hari.


Orang kecil juga lebih banyak diam daripada bicara. Berdiam diri tanpa
mengomentari kelakuan orang lain, terutama yang jelek-jelek. Orang
kecil hanya mau bicara soal yang baik-baik saja. Ia merasa kecil,
tidak penting dan tidak istimewa. Ia merasa tidak berhak dan tidak
mampu menilai. Ia hanya mampu memendam kekecewaan dan ketidaksenangan
dalam dirinya sendiri.
Orang lain boleh saja berbuat tidak benar, tetapi saya harus
bertindak benar.


Menjadi orang kecil itu seperti kelinci, yang puas dengan tersedianya rumput
di sekitar hidupnya. Makan juga tidak berlebihan, baik takaran maupun
kualitasnya. Ia bahagia dengan kekecilannya, ketidakpentingannya.
Hal-hal kecil sudah cukup membuatnya bahagia. Misalnya mendapat
kelebihan uang belanja di akhir bulan.


Tidak penting dan tidak tercatat itulah dasar hidup orang kecil. Tidak
risau karena tidak kaya. Tidak risau karena tidak pegang kekuasaan
apapun. Tidak risau karena dianggap orang bodoh. Orang kecil hanya
risau kalau berbuat “tidak baik dan tidak benar”. Orang kecil itu
amat peka terhadap moralitas. Bau kejahatan sekecil apapun akan
tercium. Orang kecil adalah barometer moral yang paling peka. Dan
moralitas inilah hal yang mereka pentingkan dalam hidup. Cita-cita
hidupnya hanya menjadi orang biasa sebaik mungkin. Menghindari
kesalahan. Pantang melanggar aturan apa pun.


Orang kecil amat peka pula pada kehidupan akhirat. Hidup
harus lurus, bersih, sederhana, tidak “neko-neko”, jujur
seadanya,
tidak punya mimpi tinggi, semua itu dipegang agar
kelak selamat.
Orang kecil rata-rata amat religius. Dunia
ini persiapan untuk akhirat.


Orang kecil hidupnya tenang. Mereka tidak punya ambisi mengubah masyarakat,
mengubah dunia, mengubah orang lain. Mereka menerima kenyataan
seperti apa adanya.Mereka menerima akibat perbuatan dari orang-orang
besar.


Orang kecil hidup tenang, damai, tenteram menerima dan relatif bahagia.

Kedamaian hidup itu juga dapat dimiliki oleh orang-orang besar, jika saja
mereka tidak dibelenggu oleh kekayaan, kepangkatan dan ketenaran
hidupnya. Orang yang termahsyur oleh kecerdasannya juga dapat hidup tenang kalau
bersikap sederhana seperti orang kecil.


Orang-orang besar itu hanya sementara. Kekayaan itu sementara. Begitu pula
pangkat dan keterkenalan. Semua akan lewat dan tak bisa dimiliki
terus-menerus. Kalau sikap orang-orang besar dan orang-orang penting
ini tidak peduli terhadap kesementaraan kepemilikannnya, maka mereka
akan terbebas dari belenggu ketidakbahagiaan.


Orang besar yang bersikap seperti orang kecil inilah yang langka.
Kebanyakan orang besar memang bersikap seperti layaknya orang besar.
Bahkan ada orang-orang tak besar bersikap sok besar. Inilah godaan
duniawi yang serba nisbi dan sementara itu. Maka
belajarlah dari orang kecil. Jadilah orang besar yang bersikap
seperti orang kecil.



Dikutip dari buku:
-Menjadi Manusia- ,
karya Jakob Sumardjo

10/07/2009

Pesan Bagi Pasutri

Untuk suami, renungkanlah...

Pernikahan atau perkawinan mengingkap tabir rahasia
Istri yang kamu nikahi tidak semulia khadijah,
tidaklah setaqwa Aisyah pun tidak setabah Fatimah
Justru isterimu hanyalah wanita akhir zaman yang punya cita-cita
menjadi sholehah...

Pernikahan atau perkawinan mengajarkan kita kewajiban bersama
Istri menjadi tanah, kamu langit pelindungnya
Istri ladang tanaman, kamu pemagarnya
Istri hiasan ternakan, kamu gembalanya
Istri adalah murid, kamu gurunya
Istri bagaikan anak kecil, kamu tempat bermanjanya
Saat istri menjadi madu, kamu teguklah sepuasnya
Seketika istri menjadi racun, kamulah penawar bisanya
Seandainya istri tulang yang bengkok, berhatilah meluruskannya...

Pernikahan atau perkawinan mengingatkan kita perlunya iman dan taqwa
Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah SWT
Karena memiliki istri yang tak sehebat mana justru membuat kamu
akan tersentak dari lupa bahwa
Kamu bukanlah Rasulullah SAW
Pun bukanlah Sayyidina Ali Karamallhuwajah
Cuma suami akhir zaman yang berusaha menjadi sholeh...


Untuk istri, renungkanlah...

Pernikahan atau perkawinan membuka tabir rahasia
Suami yang menikahi kamu tidaklah semulia Muhammad SAW...
Tidaklah setaqwa Ibrahim pun tidak setabah Ayyub atau pun segagah
Musa apalagi setampan Yusuf
Justru suami hanyalah lelaki akhir zaman yang punya cita-cita
membangun keturunan yang sholeh...

Pernikahan atau perkawinan mengajarkan kita kewajiban bersama
Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya
Suami adalah nahkoda kapal, kamu adalah pengemudinya
Saat suami menjadi raja, kamu nikmati anggur singgasananya
Seketika suami menjadi bisa, kamulah obat penawarnya
Seandainya suami masinis yang lacang, sabarlah memperingatkannya...

Pernikahan atau perkawinan mengajarkan kita perlunya iman dan
taqwa untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah SWT
Karena memiliki suami yang tak segagah mana justru membuat kamu akan
tersentak dari lupa bahwa
Kamu bukanlah Khadijah yang begitu sempurna di dalam menjaga
Dan bukanlah Hajar yang begitu setia dalam sengsara
Cuma wanita akhir zaman yang berusaha menjadi sholehah...


-Syeikh Imam At Tamimi-

9/03/2009

ENFJ, am i ? [MBTI Test Result]

SUMBER:http://rubenspica12.blogspot.com/2009/07/hasil-tes-kepribadian.html

ENFJ: Ekstrovert-Intuitive-Feeling-Judging. Ramah,popular,pengharmonis,imajinatif, sensitive baik erhadap pujian maupun kritikan,empati,suka bergaul,ekspresif,ingin tahu, suka bekerjasama,peduli kata orang lain.
Sebagai teman:peduli terhadap masalah orang,suka menolong,memiliki pengaruh yang besar dan kepribadian yang menarik.
Sebagai pasangan: merupakan pasangan yang baik,tidak mendominasi,bahkan tidak jarang ia dijadikan korban oleh pasangan yang banyak menuntut. Ia bekerja keras untuk kesejahteraan anggota keluarganya.
Sebagai orang tua: sangat perhatian dan peduli kepada anak serta memberikan kebebasan kepada mereka.
Sebagai pekerja/karyawan: senang berencana,memiliki komitmen,menyukai pekerjaan yang berhubungan langsung dengan orang. ENFJ biasanya memilih profresi sebagai artis, pedagang dll. Pada umumnya ENFJ cepat sukses dan terkenal.


SUMBER:http://dwihutapea.wordpress.com/2008/09/04/aku-tipe-enfj/

The Giver

You strive to maintain harmony in relationships, and you usually succeed.
Articulate and enthusiastic, you are good at making personal connections.
Sometimes you idealize relationships too much – and end up being let down.
You find the most energy and comfort in social situations … where you shine.

In love, you are very protective and supporting.
However, you do need to “feel special” – and it’s quite easy for you to get jealous.
At work, you are a natural leader. You can help people discover their greatest potential.
You would make a good writer, human resources director, or psychologist.
How you see yourself: Trusting, idealistic, and expressive

When other people don’t get you, they see you as: Bossy, inappropriate, and loud


SUMBER::http://lead.sabda.org/_htm/mbti.htm
ENFJ - PERASA YANG EKSTROVERT DENGAN INTUISI
(EXTRAVERTED FEELING WITH INTUITION)
HARMONIZER

Preferensi (kecenderungan) orang ini meliputi:
Memancarkan simpati dan persekutuan
Hubungan manusiawi yang harmonis
Bersahabat, bijaksana dan simpatik
Tekun, teliti dan teratur
Dihangatkan karena persetujuan dan peka terhadap sikap masa bodoh
Berkonsentrasi pada sifat-sifat orang lain yang patut dipuji
Kesetiaan terhadap orang-orang yang dihormati, lembaga atau pelayanan
Mengidealkan apa yang mereka kagumi
Kemampuan melihat nilai pada pendapat orang-orang lain
Mudah setuju terhadap pendapat orang lain dalam batas-batas yang masuk akal

Orang ini merindukan suatu lingkungan yang mencakup:
Kesempatan untuk melihat peluang-peluang melampaui apa yang ada saat ini, yang kelihatan atau tidak kelihatan atau diketahui
Dapat menerapkan minat mereka terhadap buku-buku
Hanya sekadarnya membutuhkan teori
Dapat menggunakan karunia mereka dalam berekspresi, misalnya berbicara di depan banyak orang dari pada menulis
Berbicara dengan orang-orang
Membangun kerja sama
Mendasarkan keputusan pada nila-nilai pribadi

Orang ini lebih seimbang bila mereka:
Memiliki orang-orang pendukung yang mengelola bidang-bidang yang membutuhkan ketelitian fakta seperti akuntansi
Berusaha untuk bersikap ringkas dan profesional
Tidak membiarkan sikap-sikap sosial memperlambat mereka dalam pekerjaan
Mengambil waktu untuk memperoleh pengetahuan dari tangan pertama (sumber) tentang seseorang atau situasi sebelum membuat suatu asumsi.
Menghadapi fakta-fakta yang tak dapat disetujui, dari pada mengabaikan masalah-masalah mereka

Bidang karir yang cocok untuk seorang ENFJ:
Pengajar
Pengkhotbah
Penjual
Konseling




[hanya sedang mencoba lebih mengenal & memahami diri sendiri]

8/29/2009

Selamat Berjuang Para Pendakwah Modern

Hay para pendakwah modern. Jgn buruk sangka dunk. Biar aja dakwah di mesjid diawasin polisi. Toh isi dakwah anda td menjurus megajak jihad bunuh diri kan? Ambil positifnya, siapa tahu para polisi jadi pada tobat karna mendengar dakwah anda... Ksempatan emas mendakwahi aparat negara, khan.. Selamat berjuang di jalan dakwah :)

7/24/2009

Memanusiakan Anak

Memanusiakan Anak


Oleh: Elfira Rosa Juningsih


Anak-anak bagaikan malaikat kecil. Mereka bisa membuat siapapun yang berada di dekatnya menjadi gembira. Keceriaan mereka adalah kebahagiaan kita. Mereka polos, naif, tak berdosa. Akan seperti apa mereka nantinya, kitalah yang berperan untuk mengarahkannya sejak dini.


Akhir-akhir ini kekerasan terhadap anak-anak semakin marak tejadi di sekitar kita. Menurut Ketua Komnas Anak, Seto Mulyadi, berdasarkan catatan Komnas Anak, kasus kekerasan terhadap anak pada 2004 mencapai 500 kasus, sementara pada 2005, mencapai 736 kasus, dan sampai Mei ini sudah tercatat 300 kasus. Kekerasan tersebut meliputi kekerasan fisik, psikologis, seksual, serta ekonomi.


Ibarat fenomena gunung es, angka tersebut tentunya jauh lebih kecil dibanding kasus real yang terjadi, karena tidak semua pihak yang mengalami kekerasan anak ini melaporkan kasusnya ke Komnas Anak. Budaya masyarakat Indonesia yang menganggap bahwa mendidik anak adalah urusan pribadi orang tuanya, mengakibatkan “orang luar” yang mengetahui adanya kekerasan terhadap anak, sering kali merasa enggan mencampuri urusan keluarga tersebut. Dengan dalih untuk mendidik anak, orang tua sering merasa bertindak benar dengan menjewer, memukul, memaki, dan menghina anaknya.


Siti Ihtiatun Soleha (8). Gadis kecil warga Sunter (Jakarta Utara) yang biasa dipanggil Tia itu, dua kaki dan tangan kanannya telah disetrika oleh ayah kandungnya sendiri, Muhammad Juhandi alias Wandi (34). Bayangkan, anak sekecil itu disetrika. Jangankan anak kecil, kita pun jika tak sengaja terkena setrika panas akan merasakan sakit yang luar biasa. Tak hanya itu, Tia pun disundut dengan rokok, ditampar, di pukul dengan tali tambang jemuran.

Di Cilincing, Jakarta Utara, Eka, bocah perempuan berumur tujuh tahun, tewas dicekik ibu tirinya. Gadis mungil bernasib tragis itu menemui ajal akibat kekerasan di dalam rumahnya sendiri. Tak hanya dicekik, sebelum kematiannya, Eka diperkosa paman tirinya (Republika, 4 Januari 2006).

Kasus Raju, yang berawal dari perkelahian antar anak kecil dan sempat meramaikan media

massa

. Proses persidangan dan penyatuan tempat tahanan dengan orang dewasa (meskipun hanya beberapa jam), menuai kecaman dari berbagai pihak.

Peristiwa perkosaan di

Malang

- saat hari terakhir kampanye pemilu 1977- adalah contoh yang penting disimak. Pada saat orang- orang berkampanye keliling

kota

, empat pemuda justru “sambil menyelam minum air”. Mereka menggunakan sepeda motor, mencoba mengajak dua gadis SMP keliling

kota

. Sepulang kampenye, dua gadis yang diboncenginya, justru “diboncengi” hingga ke dalam kamar kost.

Ada

sembilan mahasiswa turut andil menjadikan dua gadis itu sebagai “piala bergilir”.

Kejadian di Jambi tak kalah sadis. Seorang ayah tiri membantai dua anaknya yang berusia sepuluh dan delapan tahun, hingga kepalanya lepas dari badan.

Peristiwa yang tak kalah kontroversial di Bekasi, seorang bapak kandung tega menjual anaknya (12) hanya senilai empat puluh ribu rupiah. Tragisnya, sebelum dijual, anak itu “digarap” dulu olehnya. Di depan mucikari, sang bapak dengan enteng mengatakan bahwa anak tersebut ketemu di jalan. Tidak lagi gadis, tapi juga bukan janda. Astaghfirullah!

Kasus terbaru terjadi di Tanggerang, gadis berumur 13 tahun diperkosa, digilir 13 pemuda. Selain itu, keluarga salah satu pelaku yang konon, keluarga TNI (aparat-red), mengancam korban dan keluarganya, dan memaksa agar tuntutan di kantor polisi dicabut (karena takut, keluarga korban bahkan tak segan-segan meminta perlindungan wartawan KOMPAS).

Kekerasan terhadap anak bisa dilakukan kapan pun ,dan oleh siapapun. Berdasarkan identifikasi kasus-kasusnya, KTA (kekerasan terhadap anak) terjadi dalam lingkup rumah tangga (domestic violence), kekerasan dalam komunitas (community violence), dan kekerasan yang berbasis pada kebijakan/tindakan negara (state violence). Dalam tahun 2005, KTA terjadi pada semua lokus: rumah tangga, komunitas, dan negara. Komunitas termasuk sekolah, lingkungan, dan tempat pendidikan anak. Dalam lokus kekerasan negara termasuk kekerasan yang diderita anak dalam situasi krisis, kerusuhan, konflik sosial, konflik militer, dan kebijakan dalam bencana alam tsunami (Republika, 13 Januari 2006).

Terry E. Lawson, psikiater internasional, menyebut ada empat macam abuse, yaitu emotional abuse, verbal abuse, physical abuse, dan sexual abuse.

Emotional abuse terjadi ketika orang tua atau pengasuh dan pelindung anak setelah mengetahui anaknya meminta perhatian, mengabaikan anak itu. Ibu yang membiarkan anaknya kelaparan karena tak mau diganggu, atau tak mau menyusui anaknya dengan ASI karena alasan kecantikan, mengabaikan kebutuhan anak untuk dipeluk dan dilindungi, bisa digolongkan dalam kategori ini.

Verbal abuse terjadi ketika orang tua atau pengasuh dan pelindung anak, setelah mengetahui anaknya meminta perhatian, menyuruh anak itu untuk diam atau jangan menangis. Hal ini sering tampak di sekitar kita, dimana orang tua menyuruh anak untuk diam dan jangan menangis, seringkali hal itu dilakukan dengan membentak. Tak jarang, makian itu ditambahi dengan kata-kata sepeti “cengeng”, “bodoh”, “nakal”, dan sebagainya.

Physical abuse, terjadi ketika orang tua atau pengasuh dan pelindung anak memukul anak (ketika anak sebenarnya memerlukan perhatian).

Sexual abuse biasanya tidak terjadi selama delapan belas bulan pertama dalam kehidupan anak.


Anak Juga Manusia


Anak tak selayaknya menerima perlakuan kasar dari siapapun. Kekerasan yang dilakukan secara periodik akan diingat oleh mereka dan bisa menimbulkan trauma yang mendalam, bahkan juga gangguan psikologis.

Banyak orang tua mendidik anak dengan menggunakan kekerasan, agar anak disiplin. Namun tanpa mereka sadari, bukannya mengajarkan disiplin, mereka justru mengajarkan kekerasan pada anak mereka.

Pada dasarnya anak-anak adalah peniru ulung. Jika mereka selalu diperlakukan dengan kekerasan, maka suatu saat nanti jika mereka berhadapan dengan situasi yang sama, maka merekapun akan menggunakan kekerasan sebagai pemecahan masalah. Bagaikan “rantai setan” yang tak terputus, situasi ini akan terus berlangsung secara turun menurun. Setiap generasi akan melakukan hal yang sama untuk merespon kondisi yang menekannya. Hal ini terus berlangsung dan pada akhirnya menjadi budaya tersendiri, “budaya kekerasan.”

Dengan menerima perlakuan buruk dari lingkungannya, anak-anak bisa menjadi tidak percaya diri, menarik diri dari lingkungan, kepribadiannya tidak berkembang dengan baik, bahkan ia bisa menjadi pemberontak. Belum lagi, kemungkinan ia akan melakukan hal yang sama-kekerasan- kepada anaknya kelak

Banyak yang membedakan antara manusia dengan binatang. Parbedaan yang paling mendasar adalah pada otak, pikiran, akal budi.

Ada

pepatah yang mengatakan bahwa harimau tak akan memangsa anaknya sendiri. Dilihat dari kasus-kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di

Indonesia

, banyak orang tua justru “memakan” anak sendiri.

Kodrat manusia yang paling istimewa adalah potensi manusiawinya atau humanitasnya, yaitu kemampuan nalar dan kedalaman rohaninya. Manusia mengenal nilai-nilai. Manusia tak hanya membutuhkan makanan jasmani, tetapi juga rohani. Manusia yang tak membutuhkan makanan rohani, tak layak mengakui dirinya sebagai manusia. Manusia yang tak menyadari bahwa anaknya tidak hanya membutuhkan kasih sayang secara materi (makanan jasmani), tapi juga kasih sayang untuk makanan rohaninya, tidak layak disebut manusia!

Seorang anak adalah investasi masa depan. Ia akan tumbuh menjadi manusia utuh, manusia dewasa yang baik, jika dididik dengan benar dan penuh kasih sayang, bukannya dengan kekerasan dan kebrutalan.

Manusia bisa sangat sadis dalam melakukan kejahatan. Bahkan sering kali tidak merasa bersalah. Mutu manusia yang begitu rendah biasanya berawal dari nafsu ataupun kebencian. Kebencian itu lama kelamaan menjadi dendam kesumat. Ibarat pohon, kebencian yang ditanam sedemikian lama akan tumbuh menjadi pohon besar yang kuat, dan ketika tumbang, akan meluluhlantahkan yang dibencinya itu.




Anak Bukan Milik Orang Tua


Anak akan tumbuh sesuai didikan. Kasus-kasus kekerasan terhadap anak yang sering terjadi, seringkali mengorbankan masa depan anak. Tidak hanya itu, dengan merusak masa depan anak, berarti kita telah merusak masa depan bangsa. Dengan mendidik anak dengan penuh kasih sayang, maka kita akan membangun fondasi masa depan bangsa untuk mencetak manusia-manusia unggul di masa depan.

Sejak dini, anak harus diajarkan pendidikan “sex” (yang masih dianggap tabu oleh sebagian besar orang tua) agar tak terjerumus dan agar tak menjadi korban pelecehan seksual. Bangun keterbukaan dengan anak. Jadilah tempat mereka mencurahkan isi hatinya. Ajarkan anak agar tak mudah percaya dengan orang lain. Tanamkan nilai-nilai kebenaran pada anak dengan kasih sayang, bukan dengan kekerasan. Beri tahu mana yang benar, mana yang salah. Ajari anak berkata “tidak” dan membela diri jika memang ia benar.

Keluarga seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak, bukan menjadi momok. Ciptakan lingkungan yang nyaman dan saling mengasihi satu sama lain.

Anak tak pernah ingin dilahirkan. Mereka lahir ke dunia ini sebagai buah cinta kedua orang tuanya. Sudah sepantasnya kita mengasihi dan menyayangi mereka, dan mendidiknya dengan baik, bukannya malah “menghancurkan” mereka.

Anak bukanlah milik orang tua, melainkan titipan Sang Pencipta. Perlakukan anak sebagai manusia utuh. Hingga nanti, saat titipan itu diminta kembali oleh Sang Pencipta, kita dapat “menyerahkannya” dengan bangga dan tersenyum, bahwa titipan itu telah menjadi manusia unggul, baik jasmani maupun rohani.


Met Hari Anak, sori Telat ;p (niatnya mo di revisi dulu, tapi tnyt mood gw gak ngedukung.. jadi gini aja dech ;p)



NOTE:
diambil dari arsip blog milik sendiri
http://jaket-biru.blog.friendster.com/2006/07/

postingan tahun 2006, smoga masih relevan dibaca di 2009 :p

7/06/2009

COPET!!!

5 juli 2007. Minggu siang yang terik di Bekasi.
Perjalanan dari Seroja menuju Terminal, dalam angkot K07.
Me, my mum, seorang ibu yang bawa anak perempuan kecil.
Cuaca sungguh tidak bersahabat! Panassss...
Ibu yang bawa anak duduk tepat dibelakang supir. si ibu di pojok.
Saya, duduk sejajar dengan ibu itu. My mum, duduk di hadapan saya [sejajar pintu]

Jarak beberapa meter menjelang stasiun Bekasi,
seorang pria sangar, item, kumisan, badan agak gede [mirip bodyguard]
Naik ke angkot yang kami tumpangi
Bawa jaket tebel gede banget. Mencurigakan!
Mengingat yg dia bawa kontras dgn kebutuhan karena cuaca sangat panas.

Kejadian yang akan saya deskripsikan selanjutnya, berlangsung SANGAT CEPAT!
Mungkin total tak sampai 3menit.

Si ibu yang bawa anak kecil, sedang kerepotan karna anaknya rewel minta minum

Si pria naik, ambil posisi disamping kiri my mum [persis di samping pintu masuk]
Beberapa detik kemudian mengeluarkan lembar 10ribu
kemudian dengan gerakan sigap, ia pindah duduk ke kursi kecil yang menghalangi pintu masuk
[yang posisinya di depan si ibu yang bawa anak]

Ia menyodorkan uang ke sopir [aneh,baru jg naik langsung bayar..] dengan tangan kanan
Tangan kirinya diumpetin dalam buntelan jaket tebal dan besar yg dia bawa
Badannya condong ke depan, mepet kearah TAS si ibu yang bawa anak itu

Si ibu yang memang tas nya masih terbuka karena ngambil botol minum anaknya,
dan anaknya rewel minta diladenin minumnya.... dalam beberapa detik ia ribet dengan anaknya
tanpa memperhatikan gerakan aneh si pria sangar itu

DEG. saya yang sejak detik pertama pria itu naik tetap memperhatikan SEMUA gerak-geriknya,
langsung memfokuskan pandangan mata saya pada tangan kiri si pria itu

Sambil dia nunggu kembalian,
Dalam beberapa detik, tangannya memang sangat nempel dengan tas si ibu itu
Tapi saya nggak yakin apakah berhasil masuk merogoh tas si ibu atau nggak
karena si anak kecil yang berada antara saya dan ibunya,
sempat gerak-gerak dan menghalangi pandangan mata saya ke tangan si pria itu

*perlu diingat, ibu saya yang memang takut sejak awal,
sejak pria itu naik, sudah nendang2 kaki saya, sebagai isyarat ngajak langsung turun!
tapi emang dasar saya agak nekat, jadi saya kasih isyarat balik "NTAR DULU" karna
saya penasaran dengan gerakan-gerakan aneh si pria itu*

Setelah terima uang kembalian, ia balik ke tempat semua
[disamping ibu saya, menghalangi pintu masuk]
Sambil tangannya nyenggol2 ibu saya
seolah isyarat kasar supaya ibu saya duduk lebih masuk ke dalam lagi

*dan ibu saya pun semakin jadi menendang2 kaki saya plus ditambah
tatapan melotot yang artinya "AYO NAK, KITA TURUN SEKARANG JUGA" *

Bersamaan dengan kejadian itu si ibu yang bawa anak kecil
Tampaknya sadar apa yang baru saja terjadi. Ia memeriksa tas nya
Merapikan, dan menutup kembali.
Tapi ntahlah..ada yang hilang atau tidak...
Yang jelas, setelah tas nya rapih dan dalam posisi terlindung oleh tangannya,
si ibu itu menatap saya dengan tatapan seolah bertanya
"kamu liat yang barusan nggak???"

oh no...belum sempat saya berbuat apa-apa
Bahkan dalam hati masih berfikir sambil memperhatikan gerakan si pria aneh di samping ibu saya
"gila ni orang, kalau lebih lama lagi disini bisa jadi dia ngeluarin benda tajam
dan menodong cewek-cewek dalem angkot ini"

Hmh...ibu saya tampaknya tak tahan lagi
dan dengan spontan bilang ke sopir "kiri bang"
lalu ditariklah tangan saya untuk segera turun [padahal masih di depan stasiun, terminal masih jauh]

Ya sudah...
Selanjutnya setelah turun
Entah apa yang terjadi dengan ibu yang masih bertahan dalam angkot itu
Saya dan ibu saya yang masih agak sedikit syok
NGadem dulu sebentar sambil membicarakan kejadian tadi
Setelah itu baru cari angkot lagi untuk melanjutkan perjalanan sampai terminal

HHHHHHUUUUUUUUUUUGHHHHHHHHHHHH

dunia...dunia...
orang jahat itu lahirnya bukan dari perut IBU kali yah
kok senengnya sama perempuan

dasar banci. pengecut.
beraninya sama perempuan!

7/03/2009

Pesan Perpisahan

Akhir juni 2009. Perjalanan pulang dari cengkareng ke bkasi. Stlh acr ultah wied n farewell panjul.

Dlm prjalanan pulang,si panjul crita.. Seseorang di bengkel psawat ini pnah menasehatinya dgn wejangan sbagai berikut:

"kalau kamu tidak bisa mencintai pekerjaanmu, maka cintailah orang2 yg brada disekitar lingkungan kerja mu. Kalau itu td bisa, maka cintailah barang2 yg ada disekitar tempat kerjamu. Kalau itu msh tidak bisa,maka cintailah perusahaan tempatmu bkerja. Kalau itu juga tak bisa,maka cintailah perjalanan mu berangkat dan pulang kerja..nikmatilah.. Kalau semua itu juga tidak bisa,maka sebaiknya kamu cari pekerjaan lain di tempat lain"

dalem bgt cerita trakhr si panjul. Dan dia mengaku sudah menjalankan semua "kalau" itu...

Yah bgitulah. Lagi2kami kehilangan sahabat..
Slamat jalan ya jul marijul..
Kamu akan menemukan yg lbh baik diluar sana.. Amin..

Bekasi,30 Juni 2009
22.15 wib

6/04/2009

Hari Ini 8 Tahun Silam

"Cha ..... mudah2an lo inget pas Seleksi capaska lo
dikerjain mampus.....tanggal ini tapi 8 taun yg lalu"

Salah satu sahabat melontarkan kalimat itu pada wall sayyyah pagi-pagi
Sejenak mikir, tapi trusnya langsung connect

Yap. 8tahun yg lalu. tanggal yang sama dgn hari ini
Baru resmi jadi capaska
PEM******N pertama kali oleh senior-senior tersayag
[bilang tersayangnya sambil merinding.hihihi;p]

Dan hari itu, hari ini 8 tahun yang lalu
ternyata masih awal...selanjutnya adalah
'neraka" dunia
hihihi [peace ya kang, teh]

Kemudian untuk beberapa saat lamanya
Saya termenung di meja kerja
Memori PEM******N masa silam
Bekelebat di benak saya

Ktika ada seorang "pahlawan pembela kebenaran"
yang merayap di lapangan rumput hijau
sementara yang lain satu pasukan nyanyi2 di tribun
GOR Bekasi

Ketika hanya karena masalah SEMANGKA
kita semua "nangis darrrahhhh & air mata penyesallan"
[halakh,,bahasanya mulai semakin lebay]

Ketika jam stelah makan siang adalah jam paling menakutkan
karena senior-senior yang sangat kreatif..sekali..
Ada saja ide FRESH nya tiap hari ngerjain para capaska yang tak berdosa.. :p

Aspal GOR Bekasi yang sudah kami "pacari" dengan sangat intim
Hampir setiap sudut GOR bekasi penuh memori "adegan PEM******N

Hihiihi...dulu sih sebelll pisannnn
Tapi skarang, jadi bahan ketawaan ajah
Malah jadi memori yg sangat2 manis dikenang [huaks...;p]

Makasiy kang, teh..
Punteun... klo dulu punya salah.. mohon maaf lahir batin
Dosa-dosa akang&teteh udah sayyah maapin smua...
*hue..he..he... langsung kabur ahhh*

(^_^)

Do'a & Spirit

Tlah tiba sebuah hari
ketika jatah usia tlah berkurang
Haturan do'a dari para sahabat
tak hentinya mengalirkan spirit tersendiri dalam jiwa
yang beberapa hari belakangan ini tengah kering kerontang

Kering semangat, kering gairah
Kering motivasi, kering iman...

Sahabat, terimakasih atas smua do'a
Smoga Allah SWT mengabulkan...
smoga para malaikat mengAminkan hal yang sama
untuk semua yang mendo'akan untuk kebaikan

Di hari usia menginjak nyaris seperempat abad
Hanya bisa termenung
Menangisi dosa-dosa masa lalu
Berharap masih diberi kesempatan
tuk terus bersimpuh dihadapanMu Ya Rabb...

Beri aku kesempatan..
tuk membahagiakan
Orang-orang yang menyayangiku...
AMin...


“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.” (QS. 19:33)

buat semua yang tlah mendo'akan
Aku mencintai kalian karna Allah...

Prihatin

PRIHATIN atas matinya kebebasan mengekspresikan

Keluhan terhadap pelayanan publik di Indonesia

Yang katanya sudah lebih dari 10 tahun REFORMASI.



Kalau jaman dulu orang diculik diam2 karna menentang rezim tertentu,

Sekarang ini terang-terangan menangkap seorang ibu, yang

Hanya CURHAT ke teman-temannya melalui saluran email pribadi,

Mengenai pelayanan publik di sebuah rumah sakit swasta bermodal kuat [I hate kapitalisme].



Konsumen merasa diperlakukan tidak adil.

Curhat ke teman, secara pribadi, langsung ditangkap

Menulis di media melalui surat pembaca, dibilang pencemaran nama baik

Menulis di blog pribadi, bisa di blacklist juga blog nya



Bahkan membuat complain melalui surat pembaca di media massa pun

Bisa dijadikan landasan menuntut si konsumen dengan dalih

Sebuah pasal karet yang berbunyi PENCEMARAN NAMA BAIK



Tak ada lagi saluran aman untuk mengontrol pelayanan publik

Lantas kalau KITA ada di posisi konsumen yang terzalimi,

Harus mengadu kemana???

6/02/2009

Aku Cemburu pada Khadijah & Fatimah

Aku cemburu,
Pada bintang yang slalu menemani malam
Aku cemburu,
Pada asa yang slalu menemani cita
Aku cemburu,
Pada bunga yang slalu dikelilingi kumbang


Aku cemburu pada Khadijah,
yang setia pada suami hingga ajal menjemput
Aku cemburu pada Khadijah,
yang menghibahkan seluruh hidup dan hartanya
Setia mendampingi suami berjihad fi sabilillah...
Aku cemburu pada Khadijah,
yang dicintai Rasullullah SAW hingga akhir hayatnya

Aku cemburu pada Fatimah,
wanita cerdas guru bagi ummat
Aku cemburu pada Fatimah,
yang dari rahimnya, lahir para syuhada
Aku cemburu pada Fatimah,
yang dicintai Saidina Ali R.A seumur hidupnya

Aku cemburu pada Khadijah & Fatimah
Yang dicintai karena Allah SWT
Aku cemburu pada Khadijah & Fatimah
Yang menerima cinta & kesetiaan tulus, dari orang yang dicintainya...



Cengkareng, 2 juni 2009

Sadar Nggak Sich Kita?

Kita lahir dengan dua mata di depan
wajah kita, karena kita tidak boleh selalu
melihat ke belakang.

Tapi pandanglah semua itu kedepan,
pandanglah masa depan kita.

Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di
kanan dan di kiri, supaya kita bisa
mendengarkan semuanya dari dua
sisi.Untuk bisa mengumpulkan pujian dan
kritik dan menyeleksi mana yang benar
dan mana yang salah.

Kita lahir dengan otak didalam tengkorak
kepala kita. Sehingga tidak peduli
semiskin apapun kita, kita tetap
kaya.Karena tidak akan ada satu orang
pun yang bisa mencuri otak kita, pikiran
kita dan ide kita. Dan apa yang anda
pikiran dalam otak anda jauh
lebih berharga dari pada emas dan
perhiasan.

Kita lahir dengan 2 mata, 2 telinga tapi
kita hanya diberi 1 buah mulut.Karena
mulut adalah senjata yang sangat tajam,
mulut bisa menyakiti,bisa membunuh,
bisa menggoda, dan banyak hal lainnya
yang tidak menyenangkan.

Sehingga ingatlah bicara sesedikit
mungkin tapi lihat dan
dengarlahsebanyak-banyaknya.

Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh
didalam tulang iga kita.Mengingatkan
kita pada penghargaan dan pemberian
cinta diharapkan berasal dari hati kita
yang paling dalam.

Belajar untuk mencintai dan menikmati
betapa kita dicintai tapi jangan pernah
mengharapkan orang lain untuk
mencintai kita seperti kita mencintai dia.

Berilah cinta tanpa meminta balasan dan
kita akan menemukan cinta yang jauh
lebih indah.



nb: hasil ngubek-ngubek blog perdana-arsip2006
http://jaket-biru.blog.friendster.com/2006/06/

6/01/2009

Percakapan Dini Hari

my mom berpesan:
"nak, nanti kalau udah nikah... harus ekstra sabar...
mengalah..mengalah..mengalah...
kalau ada masalah...
selalu pertanyakan kesalahan itu dari sisi diri kita, jangan lihat dari sisi suami. introspeksi diri sendiri... sabar..sabar...sabar...."

sebuah nasihat yang meluncur dari bibir seorang ibu kepada anaknya.... :D

kata anaknya..:
"iya, ma...."

(^_^)

4/23/2009

Yang Tak Ternilai & Tak Terukur

waktu jadi mahasiswa :
kost - jauh dari keluarga - duit pas-pasan bahkan sering kurang n cari duit sendiri dgn berbagai terima freelance n kerja sambilan yg bisa dikerjain sm mahasiswa yg cuma punya sedikit skill menulis - nyambi kecil2an jadi aktivis kampus lewat BEM, persma, hima, dan segudang kegiatan lainnya

ikut sotoy mendemo pemerintah ataupun dekanat dan rektorat kampus - dengan sgala idealisme mahasiswa - mampir sana sini cari temen sebanyak2nya sampe tiap jalan beberapa langkah di jatinangor slalu ketemu dan berhenti untuk sedekar menyapa teman / kenalan... masi sempet ngobrol dan bertukar cerita dgn sahabat - berbagi masalah dan berbagi solusi

intinya... hepi sekali kehidupan sosial kita... ringan skali rasanya... lapang skali dunia.. dimana2 ada ketulusan, senyum, dan pengertian sahabat... yang TULUS...


saat sudah bekerja dan masuk apa yg orang kampus sebut sbagai "DUNIA NYATA":

seperti ada yg hilang
idealisme, waktu untuk kegiatan sosial..
rasanya liburan ingin menghabiskan waktu untuk diri sendiri, bermalas-malasan, apalagi jarak kantor dengan rumah melewati 3 propinsi [jabar-jakarta-banten] dan pulang pergi tiap hari

padahal dulu waktu kuliah qt ga punya duit..
tapi hepi krn bs memberi yg lebih dari sekedar materi..yaitu waktu n perhatian....
tapi skrng udh kerja, punya duit, punya status, tapi kita kehilangan waktu unt berbagi dan memperhatikan yang lain scara kongkrit dgn tindakan ky jaman dulu...

skarang paling bisa prihatin n nulis.... :(

bahkan saat ini saya masih punya utang mau ngajar untuk perkumpulan anak jalanan se bekasi... utang janji ke salah satu senior yg korrdinir kegiatan anak jalanan ini, sampeee saat ini... belum juga terlaksana... ada aja halangannya...

Mungkin kepekaan sosial tidak hilang... bisa jadi semakin bertambah
Namun untuk mewujudkan niat mulia...sangatlah sulit..
apalagi kalau alasannya adalah waktu... tak ada ujungnya...

Rasanya ada yg hampa
Ada sesuatu yg sangat berharga
telah terengut dari jiwa ini..

Sesuatu yang Tak ternilai dan tak terukur oleh batas akal dan logika manusia
hanya hati yang mampu mengukurnya
sedangkan dalamnya hati, tak ada yang tahu...


Ya Rabb.. Maafkan aku... :'(


nb: tulisan ini dibuat karna terinspirasi dari tulisan salah seorang sahabat yang tulisan-tulisannya selalu bisa membuka mata hati saya -> ipeh, thanks yaaa... nulis terus.... stidaknya untuk ini ilmu kita bermanfaat.. amin :)

4/16/2009

Semangat UN pada ABG :p

Alkisah, sebentar lagi para pelajar SMA akan sampai pada hari yg menentukan nasib mereka selanjutnya
Ujian Nasional.
Sebuah kalimat yang mungkin bagi mereka layaknya mantra sakti
yang memunculkan beragam reaksi yang berbeda

Ada yang mendadak jadi rajin
Ada yg mendadak jadi anak bimbel, alias ikut les tambahan sana-sini

Sebagai objek observasi terdekat, adik saya sendiri
Mendadak jadi sholeh bener dia..
Tahajud tiap malem, ngaji sampe subuh, trus azan subuh ke mushola
Trus jadi rajinnn bgt... sering gitu tiba2 cucian piring udah beres sama dia...
Jemuran udah diangkatin...
Sama kita2 dirumah, jadi baiikkkkk bgt....
hihi... lucu

Tapi dasar anak cowok... tetep aja...
ga keliatan belajarnya...
yg ada dia makin rajin main gitar sampe nginep2 dirumah temennya...
Rajin nge game online di warnet...

klo ditanya 'nggak belajar?" dia jawab: "udah pusing di sekolah n tempat bimbel blajar mulu"
hmh.. sangat rasional sih... orang kan jg butek yah klo belajar mulu... :D

Tapi yg paling mengagetkan skaligus menyenangkan
tiba2 aja adik saya yg bontot ini, sama temen2 sekolahnya...
[temen sekelas n temen se organisasi nya -ya berhubung dia mantan ketua paskibra skolah]
pada 'tobat' . bikin pengajian dirumah saya
hihi...

saat saya menulis notes ini dalam kamar,
ini di depan pintu kamar saya
ruang depan rumah sayah.. [sampe ga bisa keluar kamar nih]
penuhhhhh sama ABG yang pada
pasrah dan berdoa untuk kesuksesan UN nya nanti
Yasinan, ngaji rame2...
hm...indah bgt ya klo di hati anak-anak muda slalu inget 'majlis'

yah..saya cuma berdoa smoa pengajiannya ga brenti hanya sampai hari ini sajjah...
amin (^_^)

4/09/2009

Saya Pilih Anda dengan Bismillah

pagi-pagi berdua ibunda tercinta menuju TPS [7.30 waktu indonesia Bekasi]

SEPANJANG JALAN MENUJU TPS

ditanyain "nanti pilih apa?"
saya bergumam dalam hati:
"hm..diluarr sana pasti banyak orang yg hingga detik mencontrengan masih blum tau harus pilih siapa"
[ini celah kecurangan pertama]

kalau saya mau curang bisa saja saya mengarahkan orang yg bertanya itu untuk pilih kandidat / partai tertentu semau saya. dan mereka pasti ikut kata saya. tapi saya tidak melakukannya.

DI TPS

semakin banyak ibu-ibu yg bertanya pada saya
"jadi kita pilih siapa nih?"
padahal nggak kenal bgt sama saya koq ibu itu percaya sih sama saya?
[celah kecurangan kedua]

walhasil sebelum masuk TPS saya meng'edukasi' ibu-ibu tersebut
apa yg harus dilakukan di dalam nanti - tapi tetap menyuruh mereka unt independen pada pilihan sendiri.
diluar ada contoh kertas suara yg harus dipilih, daftar caleg yg ada fotonya
[saya bergumam "PANITIA YG HARUSNYA SOSIALISASI KERJA NGGAK SIH"]
dan saya jelaskan satu-satu

KETIKA REGISTRASI KEHADIRAN

koq kita nggak tandatangan ya?
jadi panitia sudah punya list nama kita, kita hanya tunjukkan surat 'undangan' nyontrengnya.
tanpa meminta identitas apapun dari kita, dia main contreng aja nama yg ada di daftarr itu yg sesuai dengan undangan yg kita bawa [tanda bahwa nama itu sudah hadir]
hanya melihat lembaran itu saja. tanpa memperhatian wajah kita.
bener nggak kita warga situ. bener nggak ini orang yg namanya tercantum disitu.

[ini celah kecurangan ketiga]

bisa aja kan orang dari negeri ntah belahan dunia mana, bawa undangan nyontreng yg hanya berupa selembar kertas kecil yg berisi nama dan alamat. tanpa disesuaikan dgn KTP.
bisa aja itu orang CALO memanfaatkan nama siapa gitu karna nyatanya banyak yg udah almarhum pun namanya masih tercantum di daftar pemilih tetap, sedangkan tetangga saya yang sudah 8tahun tinggal di sini aja blum pernah dapet HAK untuk memilih dalam pemilu...

bahkan adik saya yg sudah berusia 18tahun tidak mendapatkan hak suaranya, sedangkan teman sebayanya dapet... hmm...akhirnya adik saya memilih menerima tawaran untuk menjadi saksi.
"SupaYa Tetap Bisa BerpartisipaSI", ujarnya diplomatis - akh, adik yg baik...ganteng... cerdas...sholeh...
kakak bangga padamu,Sayang... :)


DI BILIK SUARA

hm...saya dengan cepat menemukan nama-nama yg saya kenal dan telah saya putuskan untuk saya contreng namanya.

Yap. BisMiLLAH. Ya Allah, Ya Rabb, Ya RAhman, Ya Rahim.
Berikan kekuatan bagi para caleg ini
agar tetap bisa istiqomah dijalanMu
dan menunaikan AmanahMu

-Amin-


Dan saya pulang dengan beberapa kekhawatiran...
"Bagaimana dengan celah-celah kecurangan tadi, Ya...."

Hmmm....



BEKASI, 9 April 2009

4/06/2009

Hanya Bisikan Kecil Suara Hati

Ku berdiri di sini sendiri
Terpekur dlm kegelapan

Mencoba mencari titik terang yg kuharapkan sedikit saja membuncah menampakkan sinarnya

Meskipun temaram
Ataupun samar-samar
Bagiku sama saja

Kuhanya ingin seberkas cahaya... Yg menerangi jiwa-jiwa yang sedang terserang kehampaan yg amat sangat

Bertanya pada bintang yang bersinar...
'Benarkah kamu slalu bersinar untukku meskipun ku tak menyaksikan langsung sinarmu?'

4/02/2009

Yang The Best Pasti Mau Sharing - dalam konteks Knowledge Management

"we Recruit The Best - Retain The Best - Pay The Best"

Tiga prinsip diatas slalu dijalankan oleh Astra International sejak awal perekrutan karyawan. Nggak heran, knowledge management disana sudah sangat kuat mendarah daging dan menjadi budaya perusahaan.

Narasumber terpercaya yang baru saya kunjungi kantornya di AMDI hari ini [Kamis, 2 April 09], Efendy Tjendera & Paulinus Sutedja, berkata:
"Recruit The Best - Retain The Best - Pay The Best" -> karna yg the best pasti mau sharing.

So, knowledge management mreka memang sudah sangat terintegrasi, bahkan dari awal merekrut karyawan. Merekrut orang-orang yang punya passion unt sharing. Ya orang2 yg 'the best' sesuai 4 catur dharma mreka. Sungguh kultur yang sangat bersahaja.

Kenapa bersahaja? karna catur dharma mreka sangat simple, sederhana, membumi, realistis, dan yang paling penting, tidak oportunis.

Saya jadi ingat nasihat ibu saya tercinta, beliau slalu bilang:
"Satu-satunya harta yang nggak mungkin bisa dicuri adalah ILMU. Meskipun kamu membagi ilmu yang kamu punya kepada orang lain, ilmu yang kamu beri itu nggak akan hilang atau berkurang. Malah justru akan semakin bertambah. Apalagi kalau kamu ikhlas, InsyaAllah akan menjadi amal jariyah, yang pahalanya tetap mengalir meskipun kita sudah mati."

Sungguh tantangan terberat dalam mengemban tugas sbagai pendatang baru di dunia Knowledge Management ini adalah mengubah pola pikir dan paradigma lama dimana orang enggan sharing. Merasa nilai jualnya berkurang kalau sharing ilmu. Mengubah kultur menjadi lebih open minded terhadap suatu perubahan, sangat-sangat sulit...

Padahal logikanya, orang yg ikhlas berbagi ilmu / sharing, pasti akan terpacu untuk menjadi "LEBIH" dari yg mereka share kan. Jadi, cara kita untuk menjadi lebih baik adalah dengan berbagi. Karna kalau kita tidak mau sharing, ilmu kita tidak akan meningkat, tapi akan stuck disitu saja. Orang lain juga tidak akan respect sama kita. karna pelit membagi ilmu.

So, apa untungnya meng-keep sendiri knowledge yg qt miliki. Toh kalau tidak dari kita, orang bisa belajar dari yang lain. Dan reputasi kita justru akan semakin menurun karna 'pelit ilmu' tadi.
Kita malah akan berkubang menjadi manusia konserfatif yg tidak mau maju dan berkembang, sementara dunia sudah berlari sangat kencang.

Dan, perusahaan sebesar Astra International pun, benar-benar menjalankan pola sharing session rutin yang benar-benar manual alias harus face to face. Hmh...fasilitas yang disediakan pun nyaman..tak-tanggung-tangg
ung memang...


Yang the best pasti mau sharing - sangat logis.
Karna kalau dia cerdas, dia benar-benar faham,
bahwa dia tak akan kehilangan apapun dengan berbagi (^_^)


note:
hanya sedikit oleh2 benchmark ke AMDI. lumayan diskusi dengan pakar KM, 2jam lebih ;p