3/08/2009

Stereotype & Hallo Effect

Saat kita pertama kali bertemu orang, bertanya sedikit tentang dirinya, dan kemudian ketika kita tahu misalnya dia berasal dari suku tertentu, maka satu informasi tentang suku itu akan kita lekatkan kuat-kuat pada orang tersebut?

Misal, kita baru saja berkenalan dengan orang, ngobrol sebentar, dan mendapat informasi bahwa ia orang Jawa. Apa yang selanjutnya ada di kepala kita?
"Oh, dia orang jawa, berati orangnya tekun, ulet, rajin, setia, keras, keukeuh, maunya menang, maunya memimpin, dll [misalnya].

Yah, kira-kira seperti itulah gambaran sebuah stereotype, dan hallo effect.

Untuk lebih jelasnya, STEREOTYPE adalah prasangka yang kita lekatkan pada seseorang, hanya berdasarkan pada sedikit informasi tentang diri pribadi / individu tersebut. Kita lebih banyak mengaitkan dia berdasarkan citra umum tentang sedikit informasi tersebut. Stereotype biasanya adalah pandangan umum, 'kesan yg buruk / jelek/ konotasinya negatif'.

Misalnya, apa yg kita tau tentang orang jawa, orang padang, orang papua, dan macam2 suku tertentu - itu semua adalah informasi umum yang kita dapat entah darimana saja dan sebenarnya kita sendiri juga belum tentu mengalami secara langsung.. tapi kita percaya dengan image umum itu. dan kita mengasosiasikan individu yang melekat ke kelompok-kelompok itu dengan pandangan umum tersebut.

Padahal secara individu, orang tersebut bisa jadi memiliki sifat yang benar-benar sangat jauh berbeda / malah bisa bertolak belakang dengan stereotype itu. Bisa saja dia memang turunan jawa, tapi lahir dan besar di tanah betawi plus lingkungan teman-temannya asli betawi semua bahkan bisa juga dia sama sekali tidak mengetahui budaya jawa, pada akhirnya. Bisa Terjadi.
Tapi saat kita baru mengenal orang, seringkali kita mengabaikan kemungkinan itu. Kita hanya percaya pada anggapan umum yang salah [stereorype] itu.

Demikian pula cara kerja 'hallo effect'. Kalau stereorype lebih sering dikonotasikan negatif, hallo effect kebalikannya. Jika kita pertama kali melihat orang yang ganteng /cantik. rapih, wangi, dan tampak terpelajar, maka kita akan cenderung percaya dan melekatkan segala sifat positif pada orang tersebut.
Buktinya, banyak orang yang tertipu oleh pencopet yang bergaya seperti direktur,kan..?

Kalau kita lihat orang ganteng / cantik, tampilan ramah, rapi, wangi, kita cenderung menganggap mereka orang yang bisa dipercaya. Kita cenderung lebih merasa comfort berada dekat orang yg seperti ini penampilannya, ketimbang orang yang wajahnya tampak galak plus tampilan lusuh. Padahal bisa jadi penjahat sebenarnya adalah yang gayanya 'oke bgt' itu...

Itulah the power of hallo effect. Persona stimuli yang sudah kita senangi dan mempunyai kategori tertentu yang positif, dan pada kategori itu disimpan semua sifat yang baik.

Itulah pentingnya first impression. Untuk mengesankan si hallo effect ini.

No comments: